Opini

Matahari Tenggelam di Pulau Pokhan

Setiap sore aku selalu mendatangi pelabuhan satu-satunya di negeri ini.Di bibir dermaga aku duduk termenung sembari memperhatikan ujung selat, dimana matahari tenggelam bersama rona merah jingga. Sudah tak terhitung lagi hari-hari yang ku habiskan di tempat ini.

Kapal-kapal datang dan pergi bagaikan siklus siang dan malam. Dikala malam, kapal membawa penduduk pulau ini menuju hamparan darat nan luas. Namun kembali lagi dikala pagi tiba. Aku berpikir apakah mereka terjebak dalam labirin terumit dari kehidupan.

Banyak diantara mereka telah beranak-pinak di pulau ini. Sehingga tak ada lagi dunia yang perlu mereka jelajahi. Lalu untuk apa mereka pergi saat malam tiba ke negeri seberang. Kenapa mereka tak berani tinggal dimalam hari.

Ditengah masyarakat tersiar sebuah cerita yang dipercaya oleh semua penghuni pulau pokhan. Konon dahulu kala tinggal sepasang suami istri yang hidup bahagia dipulau ini. Tuhan menjadikan pulau pokhan sebagai surga yang hanya dihuni sepasang kekasih tersebut. Segala kebutuhan mereka terpenuhi dan tak pernah habis. Apapun yang mereka minta selalu tersedia.

Mereka bebas melakukan apapun. Kecuali untuk satu hal, yakni dilarang mendatangi satu-satunya goa di pulau pokhan pada waktu malam hari.

Sang istri begitu penasaran dengan apa yang terjadi dalam goa tersebut di malam hari. Sehingga setiap malam sebelum tidur ia membujuk suaminya untuk pergi kesana. Sang suami dengan penuh ketegasan melarang istrinya ke sana.

Pada suatu hari, ditengah malam yang gelap si istri menyelinap keluar tanpa sepengetahuan suami. Ia pergi ke goa dengan mengendap-endap di malam hari. Dengan langkah hati-hati ia memasuki goa dengan cahaya seadanya, di dalam goa ia tidak menemukan apapun selain sebuah telaga. Ia dekati telaga tersebut. Tiba-tiba dalam telaga muncul sosok raksasa berbentuk dirinya.

Raksasa itu berkata padanya “wahai wanita penghuni pulau. Bukankah kalian telah dilarang mendekati goa ini di malam hari, apalagi memasukinya. Tahukah kenapa kamu dilarang mendekatinya?. Karena Sang Pencipta sedang menguji keyakinan kamu akan perintah dan larangan Nya. Dia melarang kamu menzalimi dirimu. Goa ini adalah simbol kezaliman. Ketika kamu mendekatinya, berarti kamu sedang menzalimi dirimu

Lalu wanita itu bertanya “kenapa rupamu mirip dengan diriku?.”

Raksasa menjawab “aku adalah wujud dari ego mu wahai wanita penghuni pulau. Dikala kamu telah melanggar aturan maka sudah sepatutnya kalian menerima konsekuensinya, yaitu separuh kebahagian kalian akan dirampas dan rampasan itu kami jadikan ribuan srigala buas yang siap menerkam kalian malam hari. Jika malam ini kalian tidak meninggalkan pulau ini, maka srigala itu akan memakan kalian berdua

Sejak malam itu, pasangan suami istri tersebut pergi meninggalkan pulau. Dan kembali pada pagi hari ini untuk mencari kebutuhan hidup mereka. Menjelang malam, mereka pergi meninggalkan pulau pokhan.

Kezaliman telah merenggut kebahagian sepasang suami istri tersebut. Sang suami telah menzalimi dirinya sendiri karena tidak mampu menuntun istrinya dengan baik. Sedangkan si istri juga menzalimi dirinya sendiri karena takluk oleh ego dan bujukan setan untuk masuk ke dalam goa.

Cerita tersebut diyakini oleh penduduk pokhan. Nenek moyang mereka pernah diterkam oleh srigala buas. Bahkan baru-baru ini seorang penduduk juga tewas dihabisi srigala karena tidak meninggalkan pulau di malam hari.

Ditengah renungan, ada suara Rindu yang memanggilku untuk naik ke kapal. Kapal itu adalah kapal terakhir mengangkut penduduk pulau pokhan. “Ayo berangakat, matahari sudah mulai tenggelam.”

Iklan

Satu respons untuk ā€œMatahari Tenggelam di Pulau Pokhanā€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s