500-1000

Setahun Tanpa Rindu

Rindu hadir ketika jarak membatasi kami. Setahun yang lalu, tepat pada tanggal 26, telah lahir seorang perempuan mungil. Putri kecil itu kami panggil Rindu.

Ketika dalam kandungan, dokter menduga terdapat cairan putih dalam otak Rindu. Mendengar hal itu kami terkejut dan cemas, apakah saat melahirkan Rindu akan tetap sehat. Beruntung kami mendapatkan opini dokter kedua, ia menyatakan beberapa pasiennya mengalami hal serupa dan ketika melahirkan tetap sehat.

Meskipun sedikit lega, aneka ragam kehawatiran menghampiri kami. Setelah melahirkan, saya konsultasi dengan dokter anak perihal cairan putih tersebut. Alhamdulillah, dokter tidak menemukan kejanggalan pada bayi kami. Namun, dengan catatan kami harus memonitoring perkembangan lingkar kepala Rindu.

Setahun telah berlalu, perkembangan kepala Rindu normal seperti bayi lainnya. Namun hal itu tidak menghilangkan kekhawatiran kami, sebab muncul lagi kekhawatiran lain. Khawatir bagaimana perkembangan otaknya takkala orang tuanya tidak hadir dalam tumbuh kembangnya.

Sejumlah penelitian menyatakan bahwa ketidakhadiran ayah dan ibu dalam perkembangan anak akan berdampak buruk pada anak tersebut di masa yang akan datang, saat dimana ia dewasa.

Ketidakhadiran ini bisa dipahami sebagai tidak adanya sosok ayah atau ibu disisi anak. Bisa juga dimaknai ayah atau ibu berada disamping anak, namun orang tua tidak hadir dalam diri anak. Misal ketika anak ingin bermain, tapi orang tua sibuk dengan gedget nya. Ini dapat dimaknai sebagai orang tua tidak hadir dalam proses tumbuh kembang anak.

Hal itulah yang saya ketahui dari sumber referensi tentang perkembangan anak. Lantas diposisi manakah kami berada? Tidak dipungkiri kami berada pada kelompok pertama. Karena sama-sama bekerja, tentu banyak waktu yang seharusnya bersama anak terkorbankan dengan pekerjaan.

Sudah setahun kami lalui tanpa Rindu. Dengan dalih kondisi yang tidak memungkinkan akibat konsekuensi dari pekerjaan. Ketika Rindu lahir, pilihan ini akan dievaluasi demi kepentingan Rindu. Harapannya, dihari ulang tahun ini Rindu memperoleh hadiah istimewa, yakni hadirnya kedua orang tua dalam dirinya. Kado yang kami persiapkan adalah kesadaran kami sebagai orang tua tentang hadirnya orang tua dalam diri anak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s