Opini

Doa

Bagaimana mungkin kami meminta lagi, sementara yang sudah ada tidak kami syukuri. Bisa jadi kami lupa, apa yang telah kami dapatkan, dulu pernah kami pinta kepada pemilik semesta.
Jangan-jangan kami terlalu banyak menengadahkan tangan, sembari meminta pernak pernik dunia. Kami tidak menyadari bahwa sesungguhnya dunia hanyalah jembatan menuju akhirat.
Ketika dunia dalam genggaman, kufur nikmat selalu siap mengintai. Lengah sedikit saja, lubang kekufuran menelan jiwa-jiwa yang hampa.
Lantas, haruskah kami kalah dengan godaan yang hanya bisa ditangkal dengan keyakinan. Yakin bahwa plastik kotor yang berlubang akan bersih jika diisi dengan air, meskipun airnya tumpah tapi debunya keluar disela lingkaran.
Begitukah cara doa bekerja, membersihkan setiap debu dalam qalbu. Semakin banyak lisan ini memuji Nya, semakin lapang rasanya. Walau tak semua kotoran itu sirna, setidaknya selalu ada waktu untuk menyucikan hati ini dengan ingat pada Nya.
Iklan

2 thoughts on “Doa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s