Opini

Ruang sekolah bagi para santri

Sejujurnya saya tidak tahu ternyata ada hari santri. Berhubung di timeline facebook banyak status tentang hari santri, barulah sadar. Entah sejak kapan dan berawal dari mana ide hari santri, katanya sih sudah tahun ketiga diperingati. Bahkan akun Jokowi pun nyestatus tentang tempat sekolah para santri yang sering dikunjungi.

Hari santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober berdasarkan Keppres no 22 tahun 2015. Sejarah mencatat para santri yang telah mewakafkan hidup mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Penetapan hari santri menjadi teladan bagi generasi muda akan peran para santri berjihad dalam kemerdekaan bangsa.

Jika anda pernah kuliah di kampus islam, pernah mondok atau punya teman anak pondok pesantren, maka besar kemungkinan di timeline anda akan berseliwer status tentang hari santri. Disisi lain ada pula yang nyinyir tentang hari santri, mungkin doi kurang piknik dan ndak pernah mondok atau berprasangka buruk kepada santri.

Nah, menurut saya bagus saja hari santri diperingati. Gak perlu nyinyirlah, toh gak merugikan siapa pun kok. Malah bisa jadi kebanggaan bagi para santri, bahwa mereka dulu pernah mengenyam pendidikan umum dan agama secara bersamaan. Lagian para santri, dari dulu hingga sekarang memiliki peran dalam kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.

Bicara soal santri, saya jadi ingat masa selepas lulus dari sekolah dasar. Saya nyaris jadi santri pondok pesantren. Waktu itu orang tua kasih pilihan untuk masuk pesantren. Sementara arus utama anak-anak kala itu adalah masuk sekolah menengah pertama (SMP). Untung saja diberi kebebasan oleh orang tua memilih sekolah mana yang disukai. Jadi, saya malah memilih masuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) . Alasannya karena di MTs sekolahnya pakai celana panjang. Hahaha

Alasan yang gak masuk akal, namanya juga anak-anak. Namun saya tetap bangga pernah sekolah disana. Dari sana pula Allah mempertemukan saya dengan bunda Rindu. Saya gak tahu, murid MTs termasuk santri juga atau tidak. Kelak, saya pengen Rindu menjatuhkan pilihan bersekolah di sekolah agama. Sebagai orang tua saya tidak mau memaksa anak untuk bersekolah sesuai dengan keinginan kami, tapi biarkan anak sekolah di tempat yang ia inginkan agar nanti ia pergi sekolah dengan senang dan menyukai setiap pelajaran.

Sementara itu, dalam kamus bahasa Indonesia santri adalah orang yang mendalami ilmu agama, orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh dan orang yang sholeh. Jadi pada hakikatnya seorang santri tidak hanya mengenyam pendidikan formal berbasis agama, tapi seorang yang bersunguh-sungguh belajar agama juga bisa dapat dikatakan seorang santri.

Seperti kata pepatah “Hati seorang ibu adalah ruang kelas tempat anaknya belajar.” – Henry Ward Beecher. Pendidikan itu berawal dari keluarga. Dalam keluarga nila-nilai agama itu ditanamkan sebagai pondasi hidup. Dimanapun seorang anak bersekolah, nilai-nilai itu akan mereka bawa karena sedari kecil ia telah nyantri kepada ibu dan ayahnya.

Maka, jadikan hari santri ini sebagai momentum bagi para orang tua atau (calon orang tua) untuk menanamkan nilai-nilai agama pada anak. Nilai yang paling sederhana adalah membuang sampah pada tempatnya.

Iklan

2 thoughts on “Ruang sekolah bagi para santri

  1. Saya dulu lulus SD pengen neruskan ke pondok, tapi orang tua melarang.
    Dilarang ke pondok, saya bilang pengen ke MTs, masih tetap di larang juga.
    Akhirnya masuk SMP deh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s