Opini

Tiada hari esok

Jalani hari ini, seolah-olah besok kita akan mati. Namun, pada kenyataan banyak yang berpikir seakan-akan hidup sampai hari esok. Efeknya adalah kemungkinan kita akan menunda pekerjaan hari ini untuk dikerjakan esok hari. Kalau ini tergantung orangnya juga sih, biasanya hal ini terjadi karena kita berpikir mungkin besok kita masih hidup.

Padahal kematian bisa datang kapan saja. Bisa menghampiri siapa saja, dalam keadaan apapun baik dalam hitungan detik, menit, jam, hari dan tahunan. Tak heran jika kematian adalah sebaik-baik nasehat. Mengingatkan kita bahwa hidup di dunia ini hanya sementara.

Bahkan seorang ulama berkata bahwa cara khusyuk menjalankan ibadah shalat adalah dengan membayangkan seolah-olah kita mati saat itu juga. Tidak ada masa depan, karena kita tidak tahu kapan waktu memanggil setiap insan.

Sebetulnya bukan hanya soal mati, dalam bekerja pun kita harus memegang prinsip tersebut. Bekerjalah seolah-olah kita akan berhenti (resign) dari perusahaan tersebut. Percayalah, jika cara berpikir tersebut diterapkan, maka muncul energi positif dalam bekerja.

Dalam segala hal, cara berpikir seperti tersebut diatas akan menghasilkan kebahagian yang tak terhingga dalam diri.

Iklan

2 thoughts on “Tiada hari esok

    1. Insya Allah ambo balas uda.. Mohon maaf, kadang ado yg terlewati krn memang ambo ndak tiap hari buka hp dan kadang disini susah dapat sinyal.. Pernah pengalaman mau balas komentar, sudah diketik tapi tak bisa-bisa terkirim. Bukan bermaksud utk tidak menghargai.Maklum saat ini ambo tidak berdomisili di kota besar seperti teman2, tapi di daerah yg masih sulit utk akses internet.. Sebelumnya, terima kasih sudah mengingatkan uda..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s