Opini

Asbak Rokok

Sebatang rokok tidak akan bisa membunuh, tapi hisapan pertama dari rokok akan menciptakan sebuah ruang perusak dalam otak. Ruang dimana segala sensasi dan persepsi terakumulasi. Bisa jadi ruangan itu sebagai tempat untuk lari dari kenyataan. Suatu saat ruang tersebut akan menularkan sebuah sikap yang berbeda antara perkataan dan perbuatan. Lalu menggerogoti satu persatu organ tubuh.   

Banyak yang mengutuk pelaku bunuh diri secara online di media sosial. Tidak sedikit yang menyayangkan idola mereka mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Lantas mereka berpikir orang yang mangakhiri hidupnya sendiri tidak akan pernah diterima  disisi Tuhan, hanya neraka tempat kembali.

Adakah diantara kita yang berpikiran seperti itu? Jika ada,  apakah kita perokok? Suami kita perokok? atau keluarga kita perokok? 

Banyak dari perokok yang mengutuk aksi bunuh diri. Namun, mereka sendiri tidak sadar bahwa mereka sedang berada di jalan yang sama.  

Siapapun tidak akan bisa mengubah keluarga mereka yang tadinya perokok jadi tidak perokok.  Seorang istri tak punya kuasa menghentikan kebiasaan merokok suaminya. Seorang anak tidak sanggup menghentikan kebiasaan merokok orang tuanya.  Sebab yang bisa mengubah kebiasaan merokok seseorang itu adalah diri perokok itu sendiri.  

Seringkali seorang perokok tidak tahu dari mana mereka memulai untuk menghentikan kebiasaan buruknya. Kalaupun ada titik terang, mereka hanya berhenti sesaat, lalu terjebak kembali dalam kebiasaan buruk merokok. 

Kenapa hal demikian terjadi?  Karena perokok tersebut tidak mau memperbaiki dirinya sendiri. Mereka menyangka orang yang bisa merubah dirinya adalah orang lain, bukan dirinya sendiri. Mereka menduga dorongan berhenti merokok hanya datang dari luar, bukan diri sendiri.

Kalaupun ada yang berkata sesorang bisa berhenti merokok karena faktor diluar diri mereka. Maka bisa jadi itu penilaian keliru. Sebab siapa yang memantik api, dialah yang memadamkannya.  

Mau memulai berhenti merokok?

Bagi yang tidak perokok, buanglah asbak rokok yang ada dirumah kita. Jangan pernah sediakan asbak di meja rumah. Bagi perokok,  buanglah asbak rokok yang ada dalam pikiran. Artinya keinginan morokok dalam pikiran harus dibuang dari otak,  salayaknya kita membuang asbak rokok dengan puntungnya.  Bukan membuang putung rokoknya,  lalu membawa kembali asabknya.  

Iklan

8 thoughts on “Asbak Rokok

  1. Haha kalimat pertama dan kedua benar juga. Emang sih rokok-an pertama kadang tak membunuh jasmani secara keseluruhan. Tetapi ruang diotak telah terbuka untuk kecanduan. Dan kematian pikiran lah yang sejatinya hendaklah dihindari dalam merokok. Contoh matinya pikiran adalah menganggap tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja jika pagi hari tidak rokok dan ngopi dulu. Hahaha.

    Salam kenal. Hafidh dari lereng semeru.

    Suka dengan celetukan garamanis di blog ini. Keep writing guys.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s