Opini

Sulitnya mengikat tali sepatu

Saya mencoba mengusir kesepian ini dengan pergi ke tengah keramaian. Di situ saya temukan senyum yang tersungging, kata-kata yang bersahut dan canda yang memecah gelak tawa. Lalu saya bertanya apa yang membuat orang-orang ini lupa pada masalahnya.  

Saya yakin setiap orang didalam keramaian itu mempunyai masalah hidup masing-masing.  Bisa jadi diantara mereka sedang pusing dengan skripsi yang dikerjakan. Bisa jadi diantara mereka ada yang sedang tidak bertegur sapa dengan keluarganya. Banyak lagi, tentu hanya mereka yang tahu apa yang sedang diderita.  

Lantas, waktu membuat orang lupa dengan apa yang sedang dialami.  Itu terjadi karena pikiran beralih dari masalah menjadi aktifitas lain yang menarik bagi mereka. Pikiran terus bergerak seiring dengan hadirnya solusi dari masalah yang dihadapi. Lalu siklus itu kembali berulang.  Setiap ada masalah, selalu ada jalan keluar.  

Kejadian itu dialami secara berulang-ulang sejak dari kecil. Semasa kecil banyak masalah yang dilalui, tapi kita tak pernah lelah karena tidak memikirkannya. Saat pertama punya sepatu,  kita kesulitan mengikat talinya. Ketika dibelikan baju baru,  sering kali kita terbalik memakainya.  Itu hanyalah sekelumit masalah yang kita hadapi semasa kecil.  

Seiring bertambah usia, kita sadar bahwa satu persatu masalah kembali datang. Lantas pikiran terkuras seakan kita tidak mampu menghadapinya.  Padahal sedari kecil kita sudah sering menghadapi setiap masalah yang datang. Namun, kenapa harus diratapi belenggu hidup yang sedang dihadapi.  

Seharusanya tak usah dipikirkan. Seperti orang-orang ditengah keramaian itu yang melupakan beban yang sedang dipikul. Mereka meneguk secangkir kopi, sembari berkata biar kutelan pahitnya hidup ini agar tak memenuhi otakku.  

Iklan

18 thoughts on “Sulitnya mengikat tali sepatu

  1. masalah itu seringkali timbul hanya serumit kita mengikat tali sepatu
    Yang membuat rumit lagi adalah kita tidak berani menyentuh apalagi mengikat tali sepatu.
    “Ikat aja…hitu aja kok repot”, seloroh GUSDUR. hehehehe…

    Suka

  2. Bila tiada jalan menghindari itu jatahnya menghadapi, mungkin begitu Jo. Analogi tali sepatu yg pas banget, hingga kini banyak yg kerepotan dan mengundang kreatifitas model retsluiting maupun rekatan. Mungkin juga penanda perlu kreativitas mengelola masalah. TFS ya GaR.

    Suka

  3. cuma punya 1 sepatu tali (ga ada ukuran sepatu velcro yg cocok lagi), sengaja dilonggarin biar bisa langsung masukin kaki tanpa ngiket talinya jadi sampe sekarang males pake sepatu

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s