Opini

Suporter bola dan anak-anak kita

Sumber foto : detik.com
Kisah pilu Ricko Andrean yang meninggal dikeroyok oleh suporter sepakbola menjadi catatan kelam olahraga di Indonesia. Tragisnya korban dihajar oleh suporter klub dimana korban sendiri merupakan pendukung klub tersebut. Ricko hanyalah satu dari sekian banyak korban yang sudah berjatuhan,  bisa jadi ini bukan yang terakhir. Sebab kekerasan masih membayangi dunia olahraga di negeri kita.  
Bukan hanya di bidang olahraga saja, dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai aneka ragam kekerasan. Mungkin ini watak alamiah manusia, namun jika itu tidak bisa dikontrol, apa bedanya kita dengan binatang.  

Lihat saja,  dijalanan hukum seakan tidak berlaku dimana seorang pencuri dihajar hingga tewas dan bahkan dibakar hidup-hidup. Hal semacam ini merembes ke berbagai bidang kehidupan,  termasuk olah raga.  

Ketika menyaksikan kejadian semacam ini apakah yang terpikir dalam benak anda? Bisa jadi suatu hari keluarga kita yang jadi korban atau bisa saja anak-anak kita yang menjadi pelaku kekerasan ala jalanan ini.  

Tentu siapapun tak ingin mengalami hal demikian dalam keluarganya. Akan tetapi keinginan saja tidak cukup, butuh pendidikan kuat yang bermula dari keluarga.  Ajari anak-anak kita agar tidak melakukan tindakan kekerasan. Palajaran pertama adalah jangan jadikan anak sebagai objek kekerasan bagi orang tua. 

Terkadang ada orang tua yang emosi karena anaknya nakal,  lalu dipukul dan dibentak. Ditambah lagi disekolah anak-anak yang tidak buat PR dipukul pakai rol atau rotan. Jika hal ini dialami secara berulang-ulang oleh anak, tidak tertutup kemungkinan anak akan melakukan hal serupa kepada orang lain. Bisa jadi ketika dewasa nanti kala ia berjumpa copet dikeroyok dijalanan,  ia akan ikut memukul copet tersebut.  

Akhir kata, penulis sendiri jadi ingat pesan orang tua waktu kecil dulu.  Jika nanti kamu berjumpa orang yang dikeroyok dijalanan, meskipun orang itu pencuri maka jangan sekali-kali kamu ikut memukul.  Bisa jadi pukulan kamu itu yang menyebabkan pencuri itu meninggal, walaupun pukulanmu pelan. Kamu tahu hukuman pencuri itu apa dalam agama? Yang jelas bukan dibunuh.  

Bersikap pada pencuri saja harus taat pada aturan hukum, kenapa masih saja ada yang menghakimi orang lain hanya karena beda klub sepakbola. 

Iklan

5 thoughts on “Suporter bola dan anak-anak kita

  1. Dalam sebuah kerumunan massa, sangat sulit untuk membedakan mana kawan dan mana lawan. Apalagi untuk supporer2 fanatik seperti itu, biasanya niat sebelum berangkat memang untuk menghabisi lawan. Miris sekali ya..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s