Opini

Sebotol Minuman di Pelabuhan

Di salah satu sudut pelabuhan yang berada di Pekanbaru ini saya selalu berjumpa dengan seorang ibu tua pedagang asongan. Ia hidup seorang diri dengan bermodalkan keranjang beroda yang penuh dengan minuman botol. Saat usia senja ia tetap banting tulang melanjutkan hidup sendiri. “Makan sendiri,  tinggal sendiri dan cari uang sendiri” ucap ibu tersebut.

Mendengar kata-kata tersebut saya bertanya kemana anak-anaknya. Satu anaknya sudah meninggal,  sementara dua anak lainnya sudah berkeluarga dan mereka pun hidup dengan penuh keterbatasan. Disini saya terharu dengan sosok ibu ini,  ia tetap berikhtiar dan terus berusaha supaya tetap bisa makan. Meskipun ia susah tetapi tetap saja ia tidak mau menyusahkan anak-anaknya. 

Sebelum pelabuhan ini berdiri megah, ia telah malang melintang di tempat ini. Pertumbuhan ekonomi di pelabuhan tidak berbanding lurus dengan perekonomian ibu tersebut. Begitulah kondisi yang saya tangkap dari ibu tersebut.  

Setiap kali ia lewat dan menawarkan dagangannya. Saya menyesal tidak membelinya. Bukan tak mau beli, sebelumnya saya sudah beli minuman di minimarket. Disinilah kebodohan sosial saya, untuk apa beli di minimarket jika ibu ini ada jual. Meskipun harganya lebih mahal dari minimarket, namun selisih harga tersebut mungkin tidak sebanding bagi saya jika dibandingkan harapan ibu tersebut.  

Sosok ibu ini hanyalah satu contoh dari sekian ribu kasus orang-orang yang terlindas oleh serbuan pemilik modal besar. Dengan modal besar mereka bisa banting harga dan memberikan pelayanan ekstra, sementara saudara-saudara kita yang terkendala akses permodalan harus gigit jari. Mereka tidak butuh banyak,  hanya bisa untuk makan saja sudah cukup. 

Betapa bahagianya ibu tersebut dikala sebotol minumannya laku terjual. Sanggupakah saya mengurangi “gaya hidup” belanja di minimarket untuk ditukar dengan berbagi kebahagian bersama ibu itu. 

Iklan

5 thoughts on “Sebotol Minuman di Pelabuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s