Opini

Bukan Jarak Tapi Waktu

Bukan jarak yang membuat kami takut, tapi waktu yang belum kami lalui. Kami sadar Tuhan menciptakan masa depan bukan untuk dibayangkan, apalagi ditakuti. Demi waktu,  esok selalu menyimpan misteri yang tak terpecahkan. Dalam misteri tersebut terkandung doa dan harapan. Kami berdoa agar selepas tidur yang sesungguhnya, kami bukan termasuk golongan orang-orang yang menyesal. 

Menyesal adalah sebuah sikap yang tidak menghargai pilihan dimasa lalu.  Ketika memilih,  tentu sudah melekat sebuah resiko.  Selama masih hidup di dunia, segala sesal masih bisa diperbaiki. Namun jika menyesal sesudah mati maka sesalnya tiada guna. Bukan tanpa alasan kami khawatir dan takut bila tergolong orang yang menyesal di akhirat kelak.   

Pilihan hidup yang diambil saat ini memang penuh konsekuensi dan resiko. Apapun pilihannya selalu ada konsekuansinya. Berdamai dengan konsekunsi butuh kesabaran yang ekstra. Hal paling tersulit adalah ketika kami tidak mempunyai daya untuk menentukan pilihan. Karena tak kuasa, maka kami serahkan pilihan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Melalui apa? melalui waktu.  

Biarlah waktu yang memilihkan kami saat yang tepat untuk saling memeluk, saling bercengkrama dan saling berbagi.

Iklan

One thought on “Bukan Jarak Tapi Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s