Opini

Membaca Yang Terbentang

Kunci menulis adalah membaca. Membaca terbagi dua macam,  yakni membaca yang tertulis dan membaca yang terbentang.  Buku, koran, blog, media online dan sebagainya merupakan bacaan dalam bentuk tulisan. Sedangkan bacaan yang terbentang berupa pemahaman dan penafsiran terhadap lingkungan dan alam semesta. Setelah membaca maka berikutnya tinggal membiasakan menulis.

Orang minang mempunyai filosofi alam takambang jadi guru, yang bermakna bahwa alam semesta yang terbentang ini laksana buku dan guru yang mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan. Hal tersebut terwujud dalam pola hidup orang minang yang cenderung hidup merantau. Pijakan dalam kehidupan dirantau adalah filosofi tersebut. 

Sementara dalam islam hal diatas disebut dengan ayat kauniyah,  dimana ciptaan Tuhan yang terhampar di semesta ini merupakan kitab Allah yang bisa kita ambil pelajaran. Orang tua kita menyebut dengan pengalaman, sehingga muncul istilah pengalaman adalah pelajaran yang berharga.  

Masyarakat pra modern belajar dan bertahan hidup dari faktor lingkungan. Mereka berburu dan bekerja berdasarkan pengalaman nenek moyang,  sehingga kebiasaan tersebut menjadi sebuah keyakinan yang berupa adat.  Turun tumurun hingga anak cucu mereka.  

Bagi kita yang hidup di zaman modern ini telah terhidang dua pilihan,  yakni membaca yang tertulis dan membaca yang terbentang.  Membaca buku merupakan transfer ilmu yang bisa dimanfaatkan.  Sayang rendahnya minat baca membuat ilmu pengetahuan bertumpuk pada segelintir orang saja, yakni orang-orang yang ditinggikan Allah derjatnya karena ilmu yang dimiliki. 

Namun, ada sebagian masyarakat tidak dapat mengakses bacaan yang tertulis itu dengan mudah. Sebab akses mereka untuk mendaptkan bahan bacaan dibatasi oleh nasib. Disamping itu kesadaran akan pentingnya membaca terlalu rendah di hampir setiap lapisan masyarakat.  

Selain rendahnya minat baca pada yang tertulis, kemampuam membaca yang terbentang pun juga rendah. Banyak yang tidak pernah belajar dari pengalaman. Banyak yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Jika kondisi seperti ini, pantaskah kita dimasukan kedalam golongan orang yang merugi.  

Iklan

2 thoughts on “Membaca Yang Terbentang

  1. Membaca yang terbentang dan alam takambang jadikan ilmu, sangat saya kagumi. menjadi ruh penggerak tulisan blog kebun dan tagline blog satunya.
    Selamat terus belajar membaca yang terbentang yang tak akan pernah ada ijazah tamat. Salam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s