Opini

Kenapa Rindu?

Ketika Rindu lahir,  seorang pengunjung rumah sakit bertanya siapa nama anak kami.  Lantas saya menjawab Zahirah Rindu Amreta.  Pengunjung tersebut bingung, sebab jawaban yang diharapkan bukan itu melainkan ia hanya butuh dua jawaban yakni perempuan atau laki-laki (si upiak atau si buyuang). Di kampung kami,  bila seorang bayi baru lahir dan ada yang bertanya “siapa namanya?” maka jawablah dengan jenis kelamin bayi tersebut.  

Awalnya saya tidak paham dengan kebiasaan ini. Bisa jadi orang-orang terdahulu memberikan nama sesudah bayinya lahir. Sebab sejak hamil sampai melahirkan mereka tidak tahu jenis kalamin bayinya. Jadi jawaban yang tersedia hanya dua nama. Sekarang banyak orang tua memberikan nama pada anak mereka sejak dalam kandungan. Hal tersebut didukung dengan teknologi kedokteran (USG) yang bisa melihat jenis kelamin bayi sejak dalam kandungan.  

Nama adalah sebuah doa bagi orang tua terhadap anaknya. Pemberian nama merupakan cara pertama orang tua menjadikan anaknya seperti apa. Bukankah Alquran telah menegaskan seorang bayi itu terlahir suci, lalu orang tua merekalah yang menjadikan anak tersebut Islam,  Yahudi dan Nasrani. Hal tersebut bermula dari memberikan nama,  kemudian mendidiknya, menciptakan lingkungan serta menjadi teladan bagi anak.  Akan menjadi apa anak kita kelak hanya Tuhan yang tahu dan waktu yang bisa menjawab. 

Sebagai orang tua tentu berharap bisa memberikan yang terbaik kepada anak sembari berdoa agar apa yang diharapkan dari anak kelak bisa terwujud. Oleh karena itu, setiap kali memanggil nama anak,  sebanyak itu pulalah kita berdoa agar anak tersebut bisa menjadi seseorang yang sesuai dengan arti dari namanya. Maka prinsip dasar memberikan nama anak adalah memilihkan nama yang baik, sebab dalam nama mengandung doa.   
Nama Zahirah Rindu Amreta berasal dari tiga bahasa yang berbeda.  Zahirah berasal dari bahasa Arab yang berarti berkilau atau bercahaya,  Rindu asal kata dari bahasa Indonesia yang bermakna keinginan atau harapan pada kebenaran dan Amreta berasal dari bahasa sansakerta yang berarti air kehidupan. 
Secara keseluruhan Zahirah Rindu Amreta bermakna sebuah harapan bagi kami sebagai orang tua yang telah diamanahkan oleh Allah seorang putri agar kelak amanah tersebut sebagai cahaya bagi kami di dunia dan akhirat. Layaknya seperti air yang menjadi sumber kehidupan bagi manusia. Serta kami selalu berdoa agar putri kami selalu berpegang teguh pada sumber kebenaran, yakni Al Quran. 

Semoga Allah membimbing kami dalam menjaga amanah yang dititipkan. Dengan izin dari Allah kami berharap putri pertama kami bisa menjadi seorang anak yang menjadi penolong orang tuanya di hari perhitungan kelak.  Bukan menjadi perhiasan dunia atau bencana bagi orang tua.  

Iklan

8 thoughts on “Kenapa Rindu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s