Opini

Seandainya Ahok “Menistakan” Alquran Terkait Dengan Ayat Riba

Agama dan politik selalu menjadi isu seksi dalam kehidupan bangsa ini. Meskipun pancasila telah jadi rumus mutlak dalam pondasi bernegara, tetap saja isu agama mampu menggoda syahwat politik setiap rakyat.  Apalagi Penetrasi internet yang begitu tinggi dan kemudahan akses sosial media bagi setiap lapisan masyarakat. Media maya ini sungguh membuat pergulatan antara agama dan politik kian seru. 

Awalnya bermula terkait dengan pro kontra pemimpin non muslim ditengah masyarakat yang mayoritas muslim. Pilkada jakarta jadi studi kasus yang tepat,  sebab salah satu kandidat yang cukup kuat berasal dari non muslim. Sayangnya lidah sang kandidat terpeleset, sehingga isu tersebut bergeser ke ranah hukum. Tekanan publik tentu akan menimbulkan kekhawatiran bagi sang juru adil, dalam hal ini majelis hakim.  Apakah mereka mampu memutuskan sesuai fakta hukum dan hati nuraninya atau ada faktor dari luar yang mempengaruhi keputusan mereka.  

Biarlah bola panas tersebut bergulir di tangan majelis hakim.  Yang jelas lidah tak bertulang si pemimpin ibu kota itu berdampak kepada banyak hal. Mulai dari soal rush money, 212, 412, boikot, makar,  jumlah pendemo sampai pada soal roti.  Saat pemilik roti bilang gak ikut campur soal politik,  eh malah disikapi dengan reaktif dengan aksi “jangan makan roti”. Haruskah energi kita terkuras pada hal-hal seperti itu.  

Ketika kasus Ahok ini ramai di televisi dan sosial media.  Saya membayangkan seandainya Ahok tidak terselip lidah terkait surat Al Maidah,  tapi si Ahok “menistakan” ayat-ayat yang terkait dengan riba.  Misal saja Ahok bilang “riba itu halal” atau Ahok bilang “jangan mau ditipu sama bank syariah”. Jika yang saya bayangkan itu terjadi apakah reaksi umat muslim akan seperti yang terjadi pada 2 desember yang lalu.  Atau semua umat muslim akan menarik uangnya di bank konvesional dan memindahkan ke bank syariah.  

Maaf,  dalam hal ini saya tidak ingin terjebak diantara pendukung dan penantang Ahok. Saya bukan penggemar Ahok dan saya juga tidak berwenang menilai apa yang telah dinistakan Ahok. Saya coba membayangakan persoalan ini bergerak dari agama dan politik menjadi relasi antara agama dan ekonomi. Jika umat muslim bersatu dalam ekonomi, maka tidak tertutup kemungkinan bangsa kita lepas dari ketergantungan gurita kapitalisme.  

Iklan

7 thoughts on “Seandainya Ahok “Menistakan” Alquran Terkait Dengan Ayat Riba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s