Opini

Batas Antara Upaya dan Doa

Ada batas dimana manusia tidak bisa melakukan apa-apa, tidak bisa mengubah apapun dan tidak kuasa menentukan sesuatu. Batas itu antara upaya dan doa. Upaya adalah kemampuan setiap orang mewarnai nasib yang dimilikinya. Sementara doa merupakan bukti ketidakmampuan seorang manusia mengendalikan apa yang dimilikinya. 

Tanpa doa, mungkin kami tak pernah mengenal Tuhan. Doa menggambarkan bahwa manusia adalah makhluk lemah yang tak bisa lepas dari nikmat Tuhan. Doa bagaikan energi bagi seseorang ketika mereka kehabisan cara untuk  melanjutkan perjalanan kehidupan ini. Doa membersihkan alat penggerak dalam hidup, yakni kalbu.

Kadangkala kami merasa doa yang dipanjatkan tak terkabul. Sebagai manusia tentu kami merasa sedih. Kenapa tidak semua yang kami minta dapat diberi oleh Nya. Disinilah seni sebuah doa yang bisa menjadi alat ujian bagi kami untuk melatih kesabaran, memperkuat keyakinan dan tetap berprasangka baik pada Tuhan. Jika yang kami minta itu diberikan oleh Nya, boleh jadi kami tidak bisa bertanggung jawab atas apa yang telah diberikan.   Mungkin Tuhan berkata “apa yang kamu minta tak baik untukmu”.

Jadi kami belajar dan berlatih untuk menerima dengan kerelaan atas segala sesuatu yang tidak diberikan Tuhan kepada kami. Caranya sederhana, mensyukuri apa yang kami miliki serta menjalani setiap kenyataan yang kami hadapi sambil berharap dan yakin bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk setiap makhluk Nya.

Suatu ketika saya merasa takut meminta terlalu banyak pada Tuhan. Sebab saya merasa setiap doa yang dikabulkan Nya tidak saya syukuri dengan baik. Berapa tahun lalu saya meminta sesuatu yang dapat mengubah jalan hidup saya menjadi lebih baik, ketika doa itu dikabulkan kadang saya lupa dan tak pandai mensyukuri.  

Ambil sebuah contoh ketika kami diberikan sedikit kelebihan harta. Saat sulit dulu kami berharap mempunyai penghasilan yang lebih dari cukup. Selain memenuhi kebutuhan hidup, uang yang kami peroleh dapat untuk ditabung. Akan tetapi ketika harapan itu terwujud kenapa kami lebih cenderung untuk menabungkan uang kami di bank dari pada menabungkan untuk akhirat dengan bersedekah. Bukankah ini termasuk orang-orang yang tak pandai bersyukur. 

Disitulah saya terlalu takut berdoa terlalu muluk-muluk. Saya cemas tak pandai mensyukuri apa yang saya minta. Jadi saya makin paham kenapa banyak permintaan saya tidak dikabulkan oleh Tuhan. Kami pun sadar bahwa doa bukan sekedar untuk meminta, melainkan doa sarana komunikasi manusia dengan Tuhan, doa bukti manusia mempunyai kelemahan yang ditutupi oleh nikmat Tuhan. Oleh karena itu jembatan penghubung antara upaya dan doa adalah kepantasan seseorang atas apa yang dimintanya. Yang menentukan pantas atau tidak hanyalah Tuhan Yang Maha Esa. 

Iklan

8 thoughts on “Batas Antara Upaya dan Doa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s