Ngepos via Hape

Memahami Harta Yang Kita Miliki

wpid-arena-pacu-jalur.jpg.jpegMari kita bayangkan jika bumi yang luas ini hanya hidup tiga orang manusia, yakni Roni, Soni dan Yoni.
Roni adalah tukang kayu dan ahli dalam segala hal. Ia bisa membuat apapun benda yang diinginkan manusia. Bukan hanya kapal laut, ia juga bisa membuat pesawat terbang dari kayu yang bisa membawa mereka keliling dunia.

Selain itu Roni bisa membuat rumah dan apapun peralatan sehari-hari yang dibutuhkan oleh ketiganya.Jika ada yang butuh maka Soni dan Yoni dapat membeli kepada Roni.
Selanjutnya Yoni, dia adalah satu-satunya perempuan dari ketiga orang tersebut. Toni mempunyai keahlian memasak. Keahlian ini tidak dimiliki oleh dua orang lainnya. Jika Roni dan Soni mau makan, maka ia harus membeli kepada Yoni.
Sedangkan Soni adalah seorang petani dan tidak mempunyai keahlian apapun, selain sebagai petani dan buruh. Tuhan tidak pernah menciptakan Soni dengan keadaan seperti itu. Sebab pada dasarnya mereka bertiga memiliki potensi yang sama, namun Soni tidak bisa menggali potensi yang ada pada dirinya. Sehingga ia hanya punya kemampuan sebagai buruh dan petani.
Bila ketiganya digambarkan dengan status sosial, maka Roni adalah orang kaya, Yoni sebagai kelas menengah dan Soni sebagai orang miskin.
Pada mulanya ketiga orang ini memiliki uang masing-masing sebesar 1 juta rupiah. Jadi total uang yang beredar di muka bumi hanya tiga juta rupiah.
Jika kita berpikir uang adalah harta, maka bisa dibayangkan bagaimana perputaran uang tersebut. Seberapa banyak harta yang dimiliki dan bagaimana menggunakan harta.
Roni yang mempunyai segala keahlian tentu akan memperoleh uang yang banyak. Bila setiap peralatan yang dibuatnya dijual kepada Soni dan Yoni. Maka uang Soni dan Yoni akan berkurang dan mengalir deras padanya.
Sementara kekurangan uang yang dimiliki oleh Yoni akan tertutup lagi dengan cara berjualan makanan. Roni yang kaya raya beli makanan kepada Yoni. Anggap saja ia membeli peralatan masak sebesar 300 ribu kepada Roni. Jadi sisa uang yang dia pegang hanya 700 ribu. Jadi ia berjualan nasi dengan harga sekali makan sebesar 20 ribu.
Untuk bahan masakan Yoni membelinya kepada Soni si petani. Cukup dengan uang 5 ribu semua bahan masakan sudah lengkap. Pemasukan Soni hanyalah berjualan hasil pertanian yang nilainya tak seberapa. Sementara pengeluarannya sangat besar, untuk bangun rumah dan membeli alat pertanian yang dibuat oleh Roni si manusia serba bisa saja sudah menghabiskan 800 ribu. Jadi sisa yang yang dimiliknya hanya 200 ribu. Bayangkan berapa lama Soni akan bertahan dengan harta sebanyak itu?
Jika ia beli nasi tiap hari kepada Yoni, bisa jadi ia hanya bisa bertahan selama 10 hari. Setelah itu apakah Soni bisa hidup?
Bisa. Sebab Tuhan sudah menjamin rezeki setiap manusia. Meskipun ia kehabisan uang, itu tidak membuatnya kelaparan. Sebab masih ada singkong di kebun yang bisa dimakan.Jika Yoni bisa mengolah singkong jadi masakan enak, maka Soni hanya bisa merebus saja sehingga saat dimakan rasanya hambar. Tapi meski demikian Allah telah memenuhi kebutuhan dasar dari Soni, yakni makanan.
Sadar atau tidak, seperti itulah kapitalisme bekerja. Sistem apapun yang dianut, entah itu sosialis ataupun ekonomi kerakyatan. Roda perekonomian berputar seperti itu.

 

Sekarang anda tinggal membayangkan berapa banyak orang yang tinggal di bumi ini dan seberapa banyak uang (harta) yang beredar. 

 

Untuk itu Islam memberikan solusi dalam hal menggunakan harta yang dimiliki. Pada dasarnya harta tidak boleh hanya beredar pada satu tempat. Sebab prinsip dari harta adalah berpindah tangan.
Perpindahan harta terbagi dua macam yaitu secara rela dan secara terpaksa. Perpindahan secara rela adalah dengan cara jual beli (jasa atau barang) atau zakat, disedekahkan dsb. Perpindahan secara paksa seperti dicuri orang lain atau terpaksa mengeluarkan uang untuk berobat karena sakit dan berpindah secara terpaksa seperti bayar pajak. Kalo tak bayar pajak bisa dipenjara toh..
Supaya menghindari agar harta tidak berada pada satu tempat, maka Allah mewajibkan bagi yang mampu berzakat. Bukan hanya itu manusia yang sudah diberi kecukupan dianjurkan untuk berinfaq dan bersedekah. Sedekah bukan hanya berbagi materi, tapi bisa juga berbagi keahlian.
Bila ditarik dari kisah diatas, maka Roni berkewajiban menunaikan zakat kepada Soni. Begitupun Yoni, ia bisa membagikan keahlian masak  kepada Soni agar tiap hari tidak perlu lagi makan singkong rasa tawar.
Sekali-kali mari kita jalan ke sungai. Lihat dan perhatikan dengan seksama. Bukankah air sungai yang mengalir lebih bersih dari pada air sungai yang tersumbat oleh sampah.
Seperti itulah perumpamaan menggunakan harta yang kita miliki. Biarkan mengalir seperti air sungai yang bersih. Jangan biarkan diri kita menyumbatnya dangan menahan hak orang lain yang terkandung dalam harta yang kita miliki.

Iklan

2 thoughts on “Memahami Harta Yang Kita Miliki

  1. Inter-aksi dan interkoneksi ya Mas seharusnya terbangun sesama makhluk agar kenikmatan tersebar. Menahan harta berarti menahan rahmat yang akan turun untuk kita. Tak ada yang bisa hidup sendiri sebab kita harus coexist. Kemampuan dan keterampilan kita tidak bisa diandalkan tanpa kesudian orang lain untuk meresponsnya. Hidup makin indah dengan saling meringankan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s