Ngepos via Hape

Wanita Yang Baik Belum Tentu Untuk Laki-Laki Yang Baik

Saya menyangsikan, wanita yang baik mendapatkan laki-laki yang baik, begitu pun sebaliknya. Sebab ukurannya adalah bukan ‘baik dari kaca mata manusia, tapi baik menurut Allah. 

Disisi lain Allah menegaskan“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”. Bisa jadi sesuatu yang baik menurut kita belum tentu baik disisi Allah. 

Jadi, masihkah rela menanti jodoh yang baik?.

Memang, sebagian orang berpendapat untuk mendapatkan jodoh yang baik adalah dengan cara memperbaiki diri. Titik tarik jodoh itu ada pada diri dan keyakinan pada Allah, bukan pada orang lain. 

Terkadang banyak yang pengen memilih orang baik atau mencari ke ujung dunia orang baik yang akan mendampingi hidup. Jadi mereka lupa bahwa dalam diri sosok idaman tersebut memiliki sisi buruk. 

Ingat sebaik apapun seseorang, ada sisi buruk dalam dirinya. Sejahat apapun seseorang ada sisi baik dalam dirinya. Kalau tidak percaya, tanya ahli otak. Dalam otak setiap manusia, Allah telah menciptakan bagian otak yang bekerja untuk menghasilkan sikap buruk dan bagian lain dari otak yang bekerja untuk kebaikan. (Newberg dan D’Aquili dalam buku Born to Believe)

Jadi yang perlu dipahami, memilih pasangan ‘baik’ bukan syarat mutlak. Tapi pilihlah orang yang memiliki tekad untuk terus memperbaiki diri hingga husnul khatimah. 

Kelak jika sudah menginjak jenjang pernikahan. Niscaya, marah dan sayang akan datang silih berganti. benci dan rindu akan sahut menyahut. Susah dan senang bergiliran menghampiri. Berselisih paham jadi makanan sehari-hari. 

Hal itu sudah merupakan hukum alam, seperti kita memahami siang dan malam, surga dan neraka, panas dan dingin, dsb. Mana mungkin kita bisa berjumpa siang tanpa melewati malam. Mana bisa kita merasakan dingin sebelum merasakan perihnya rasa panas. Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan berpasangan. 

Kunci untuk melewati itu semua adalah sabar. Sabar menghadapi siklus alam yang silih berganti. Siapa yang sabar maka dia yang beruntung. 

Iklan

4 thoughts on “Wanita Yang Baik Belum Tentu Untuk Laki-Laki Yang Baik

  1. Judul di atas hanya akan bisa dirasakan ketika sudah menikah, lihatlah suami atau istri kita sudah pas kah buat kita, Parameter baik buruk kita bukan kita yang menilai. Kalau kita yang menilai tak akan ada yang pas, karena penilaian setiap orang akan selalu berbeda-beda…

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s