Ngepos via Hape

Polemik Rumah Makan Yang Buka di Siang Hari Saat Ramadhan

Ketika izin cuti sudah disetujui, ketika itu perjalanan dimulai. Perjalanan dari Selatpanjang menuju kuala tungkal transit di sungai guntung, melalui jalur laut. Setelah tanya sana-sini pada penduduk lokal hingga nyari lewat google, akhirnya saya menemukan rute transportasi kapalnya.

Ada dua pilihan kapal, yakni kapal cepat (speedboat) atau kapal kayu. Untuk kapal cepat berangkat dari Selatpanjang ke sungai guntung hanya hari selasa, kamis dan minggu. Sementara untuk kapal kayu berangkat hanya sekali seminggu, yaitu pada hari sabtu. Selanjutnya nyambung lagi naik kapal dari sungai guntung ke kuala tungkal.

Hitungan cuti mulai hari sabtu, bila berangkat minggu maka cuti terbuang sia-sia selama satu hari, soalnya ambil cuti cuma dua hari kerja. Untuk itu saya putuskan berangkat dengan kapal kayu dengan konsekuensi perjalanan selama 12 jam, dimana berangkat dari Selatpanjang pukul 11 siang.

Perjalanan selama itu tentu membutuhkan bekal makanan yang cukup, sebab gak mungkin kapal singgah ke rumah makan. Emang di tengah laut ada orang padang buka rumah makan!. Tentu tidak. Sehingga saya agak bingung untuk cari makanan sebagai bekal untuk buka puasa di atas kapal.

Untung saja ada rumah makan yang buka siang hari. Jadi saya bisa beli nasi, lauk dan nasi dipisah biar tetap enak disantap untuk buka puasa dan buat sahur juga masih bisa dimakan.

Padahal orang yang sedang dalam perjalanan, apalagi perjalanan jauh diberi keringanan tidak berpuasa. Namun, sepanjang niatnya berpuasa, sejauh apapun perjalanan kenapa gak diusahakan berpuasa. Begitu pula dengan rumah makan yang buka siang hari saat bulan ramadhan. Sepanjang seseorang itu berniat untuk berpuasa, apapun godaannya mereka tetap berpuasa.

Tapi dengan catatan, rumah makan yang buka harus menghormati orang berpuasa dengan menutupi tempat jualannya. Kapan perlu buat pengumuman bahwa yang boleh beli makanan hanya orang yang diperbolehkan tidak berpuasa menurut syariat. Bila ada yang beli diluar ketentuan itu maka mereka adalah pengikut setan.

Jika pengumuman seperti itu, serem juga khan. Jadi mereka yang tidak berpuasa tanpa alasan yang diperbolehkan agama akan tergugah untuk berpuasa dikemudian hari.

Belakangan ini debat soal rumah makan di razia polisi pamong praja (POL PP) karena buka disiang hari tengah hangat diperbincangkan. Selalu berakhir dengan pro dan kontra.

Setidaknya pengalaman yang saya ceritakan diatas sedikit memberikan sudut pandang bahwa tidak selamanya orang yang beli nasi siang hari saat bulan ramadhan merupakan orang yang tidak berpuasa.

Atau lihat saja di lingkungan sekitar kita, hampir disetiap daerah, bahkan di daerah pelosok yang saya lalui pun ada orang yang jual makanan di sore hari. Padahal sore masih waktunya berpuasa, kenapa mereka tidak digusur? Apakah ada yang membatalkan puasanya ketika melihat makan enak tersusun di setiap meja pada bazar ramadhan?.

Iklan

4 thoughts on “Polemik Rumah Makan Yang Buka di Siang Hari Saat Ramadhan

  1. Ya …
    Ini memang sempat hangat diperbincangkan
    Saya tidak tau ilmunya dan dasar hukumnya …
    Namun menurut saya … tidak apa orang jualan makanan saat puasa … (hanya saja harus bijak dalam menawarkan dan mendiplay barang dagangannya … 🙂

    Salam saya Jo

    Suka

  2. Betul Om NH, pedagang harus bijak dalam menawarkan dan mendisplay barang dagangannya. Jangan terlalu mencolok, misalnya dengan menutupi tempat jualannya atau idenya Ajo Ramli dengan membuat pengumuman bahwa yang boleh beli makan hanya orang yang diperbolehkan tidak berpuasa. Diluar ketentuan itu adalah pengikut setan.

    Jadi prinsip bahwa kita harus menghormati orang yang berpuasa menjadi PAS…!!! Jangan dibalik, seperti pendapat ini : “Hormatilah orang yang tidak berpuasa”

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s