Ngepos via Hape

Jika Tidak Bisa Menulis, Maka Berkomentarlah

Tulisan kali ini saya didedikasikan untuk diri sendiri. Sebetulnya bukan egois, tapi ini hanya merupakan pengingat. Lebih tepatnya sebagai refleksi agar kehidupan yang dijalani semakin bermakna dan bermanfaat, khususnya untuk diri sendiri tanpa maksud menggurui.

Bagi setiap blogger akan melewati masa dimana intensitas dalam ngeblog akan berkurang, bahkan menurun drastis. Bisa jadi tidak posting sama sekali, sehingga blog mati suri. Hal demikian merupakan sesuatu yang wajar, sebab dunia bukan hanya sebatas maya tapi ada dunia nyata yang tidak bisa digusur lalu pindah ke dunia maya.

Lagi-lagi kita membutuhkan keseimbangan. Seperti halnya alam raya dan tata surya yang sudah diatur keseimbangan oleh Tuhan. Kita pun dalam berinteraksi di dunia nyata dan dunia maya butuh kesimbangan pula.

Di dunia nyata kita tidak bisa seenaknya berkeliling dunia dengan pintu doraemon, yang bisa pergi kemana-mana dalam sekejap mata. Begitupun dunia maya, kita tidak bisa serta merta mengetahui semua yang terjadi di belantara rimba internet. Kita hanya entitas kecil dalam belantara tersebut yang memiliki peran tersendiri.

Dunia maya adalah cerminan diri kita sendiri dalam dunia nyata. Apa yang kita tulis, kita baca, kita update adalah bentuk sikap yang dihasilkan dari diri kita sendiri. Sikap tersebut didokumentasikan pada media yang bernama internet.

Supaya catatan sejarah kita didunia maya tidak sia-sia, maka lakukanlah hal yang bermanfaat. Kalaupun belum bisa memberi manfaat untuk orang lain, setidaknya bermanfaat untuk diri sendiri.

Jika kita membaca sebuah berita, maka jangan langsung ditelan. Mohon diverifikasi atau dikroscek dulu apakah berita tersebut bersumber dari data yang terpercaya. Sebab tanpa filter apa yang kita baca akan melahirkan prasangka yang bisa jadi akan berujung fitnah.

Begitupun dalam update status dan menulis, mohon berpikir dulu sebelum update. Jangan sampai apa yang kita tulis menjadi boomerang bagi diri sendiri. Atau apa yang kita tulis menyakiti perasaan orang lain. Orang dulu bilang lidah tidak bertulang, sekarang bukan hanya lidah tapi jari pun tak bertulang.

Sementara itu pesan dalam ngeblog tak jauh beda dengan pesan diatas. Ada satu hal yang sangat ditekankan, yakni jika saya tidak bisa menulis, maka berkomentar di blog orang lain. Keduanya mempunyai nilai yang sama. Jika tidak sanggup juga, maka bacalah.

Iklan

6 thoughts on “Jika Tidak Bisa Menulis, Maka Berkomentarlah

  1. Betul kata mas Wahyu di atas, bahwa artikel ini sangat perlu untuk direnungkan oleh kita semua para blogger. Bang Ajo sudah mengingatkan kita semua untuk selalu tabayyun dalam menyikapi sesuatu agar tidak menjadi fitnah dan bumerang bagi diri kita sendiri. Terima kasih Bang Ajo sudah berbagi ilmu bermanfaat.
    Salam persahabatan dari Dompu

    Suka

  2. Betuuul. Salah satu fungsi komentar kan sebagai apresiasi terhadap si penulis (apresiasi itu kan menilai, jadi bisa baik atau buruk). Dan bagi si komentator, itu bisa membiasakan menanggapi pikiran orang lain.

    Terus ngeblog ya Uda, selalu senang baca tulisan-tulisan Uda yang pendek dan lugas (y)

    Suka

  3. Trims, Ajo. Tulisan ini juga pengingat bagi saya, yang kemarin2 larut dalam kesibukan di DuTa hingga tak sempat nenangga di DuMay..hehe… Mudah2an ke depan saya lebih pintar lagi membagi waktu.. Aamiin..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s