Ngepos via Hape

Hutang: Antara Pro Dan Kontra

Ketika kita memandang ke arah barat, maka ada sisi yang tidak boleh dilupakan, yakni arah timur. Selalu ada dua sisi dalam setiap persoalan. Begitupun cara kita memandang soal hutang.

Secara garis besar ada dua kelompok dalam memandangan soal hutang. Pertama, kelompok anti hutang. Orang seperti ini tidak suka berhutang, mereka lebih memilih untuk mengumpulkan uangnya dulu jika ingin membeli sesuatu yang nilanya besar. Sebagian ada juga yang berpegang pada dalil agama dimana berhutang sama dengan riba.

Sementara yang kedua adalah kelompok pro hutang. Kelompok ini menganggap berhutang merupakan solusi keuangan untuk mendapatkan sesuatu yang nilainya lebih besar dalam waktu singkat. Misal, seorang berpikir jika tidak berhutang kapan lagi mereka bisa memiliki rumah atau mobil yang harganya terlalu mahal bila dibeli secara cash.

Sah-sah saja berhutang selama rasio antara hutang dan pendapatan masih dalam tahap wajar. Setidaknya hutang tidak boleh lebih dari 40% dari pendapatan. Jika lebih maka siap-siap saja dihadapi oleh masalah keuangan yang akan membuat kepala pusing tujuh keliling.

Ingat, sebelum berhutang sebaiknya sudah punya dana darurat dan mempunyai saldo blokir bila seandainya dalam mencicil terjadi gagal bayar, maka bisa menggunakan dana tersebut untuk menutupinya agar catatan kita tetap bagus dalam sistem informasi debitur dalam dunia perbankan.

Sementara itu, pendapat kelompok pertama ada bagusnya juga. Hidup tanpa hutang menciptakan rasa damai dan tenang tanpa perlu dihinggapi rasa khawatir ditagih oleh debt collector. Syarat untuk mampu bersikap seperti ini harus mempunyai rasa syukur yang luar biasa. Tidak ngiler lihat orang punya mobil baru dan rumah mewah.

Kalaupun ada yang beralasan tidak mau berhutang karena dalil agama, alasan tersebut dapat terpatahkan dengan adanya pinjaman dengan prinsip syariah di perbankan syariah. Jadi, Islam tidak melarang berhutang tapi islam memerintahkan untuk menjauhi riba. Sebab secara tidak langsung riba itu seperti menzalimi diri sendiri.

Iklan

7 thoughts on “Hutang: Antara Pro Dan Kontra

  1. make kartu kredit termasuk yg ngutang ya? atau ada kategori ketiga? hahahaha 😛
    saya termasuk yg anti hutang sih 😛
    sebisa mgkn ga pake cc, tapi kalo kepepet ya dipake hahaha

    Suka

  2. Kalo ngutang demi kebutuhan SPP (sandang pangan papan) kyanya gpp ya mas karena memang kebanyakan nilainya besar, ga semua orang sanggup bayar lunas. TAPIII kalo ngutangnya karena keinginan hati atau ‘lapar mata’ yang dipaksakan nah itu yang bahaya tuh. Udah sering denger orang punya banyak kartu kredit tapi gak bisa bayarnya hahaha ngeri juga saya *lgsg bersyukur ga punya fasilitas berhutang*

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s