Ngepos via Hape

Hidup Itu Seperti Mencuci Piring

Hidup itu seperti mencuci piring. Apakah kamu mencuci piring yang kotor kemaren pada hari ini, atau kamu langsung mencuci piring kotor hari ini saat itu juga, atau kamu mencuci piring yang kotornya esok hari tapi kamu cuci hari ini.

Ya, ada tiga masa yakni masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Demi Masa. Tiada seorangpun yang dapat memungkiri keniscayaan tersebut.

Dipakai atau tidak, piring akan tetap kotor. Bila piring yang kamu punya tidak terpakai berbulan-bulan, maka akan ada debu yang melekat. Tidak dipakai saja masih kotor, apalagi dipakai buat makan tentu kotornya akan lebih parah.

Bayangkan bila piring yang dipakai sebulan lalu tapi baru dicuci hari ini. Membersihkan piring tersebut akan sedikit susah karena kotorannya akan mengering dan berjemur, ditambah lagi dengan bau yang busuk.

Begitu juga dengan dosa. Sadar atau tidak sadar kita pernah berbuat dosa. Jika dosa itu seperti kotoran di piring, tidak seorang pun akan sanggup menahan bau busuknya. Berdoa (beribadah) secara berkesinambungan kepada Tuhan akan membersihkan kotoran dalam jiwa layaknya seperti piring yang telah dicuci.

Terkadang memang kita suka mencuci piring kemaren di hari ini. Bahkan yang lebih menyedihkan kita mencuci piring untuk esok di hari ini, padahal besok piring tersebut belum tentu kotor. Celaka memang, bila kita mencuci piring yang belum tentu kotor.

Tak percaya? Coba perhatikan apa yang membuat dirimu sedih? Bukankah salah satunya adalah ketakutan pada masa depan!

Atau bisa jadi kita merasa sedih karena tidak pernah berdamai dengan masa lalu.  Penyesalan yang tak berujung akan membuat piring semakin kotor. Apakah kita merasa nyaman makan dengan piring kotor. Tidak khan, untuk itu kita cuma perlu mencuci agar penyesalan bersih dari pikiran.

Cucilah piring kotor di hari ini pada hari ini juga. Jangan tunggu besok, sebab besok akan semakin banyak piring yang kamu cuci. Jangan pula kamu mencuci piring kemaren di hari ini, tentu piring yang kamu cuci bakal menumpuk.

NB: Sebuah catatan bagi saya agar langsung mencuci piring setelah makan. Jangan pernah menunggu nanti, sebab kita tidak tahu pasti apakah nanti kita bisa mencuci piring.

Iklan

6 thoughts on “Hidup Itu Seperti Mencuci Piring

  1. Sebuah perumpamaan yang menarik, hidup itu seperti mencuci piring, dan setiap dosa yang kita buat segera ikuti dengan kebaikan agar dosa terhapus.
    Salam persahabatan dari Dompu

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s