Ngepos via Hape

Meriahnya Imlek Di Selatpanjang

Perayaan imlek tidak hanya dinikmati oleh etnis tionghoa di selatpanjang. Namun kemeriahannya juga dirasakan oleh penduduk pribumi.

Sudah berpuluh-puluh tahun etnis tionghoa hidup berdampingan dengan warga melayu di kabupaten kepulauan meranti ini. Toleransi menjadi pondasi sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu tradisi yang selalu dilakukan setiap imlek adalah saling lempar air. Orang Tionghoa berkeliling kota dengan menggunakan becak untuk saling lempar air.  Tradisi ini dilakukan selama selama satu minggu, mulai dari hari pertama imlek sampai dengan puncaknya  pada perayaan cap go meh.

Pada malam hari suara kembang api saling sahut menyahut. Hampir setiap kelenteng mengadakan pesta kembang api. Jika dikumpulkan, sisa sampah dari kembang api hampir memenuhi satu truk sampah. Begitulah gambaran kemeriahan pesta kembang api saat imlek di selatpanjang.

Saat perayaan cap go meh masyarakat pribumi cukup antusias menyaksikan pawai tapekong berjalan oleh komunitas tionghoa. Pawai ini menyinggahi setiap kelenteng. Berhubung banyak kelenteng maka rutenya semakin panjang.

Semoga ini imlek terakhir saya disini. Amin

image
Perang Air
image
Pesta Kembang Api
image
Pawai di Hari Puncak Imlek
image
Warga Sedang Menunggu Pawai
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s