Ngepos via Hape

Iklan LGBT Yang Mengundang Selera

image
Iklan LGBT di Twitter

Aduhhh, sejak kapan iklan LGBT muncul di timeline akun twitter saya. Aplikasi kelompok gay tersebut membuat saya berpikir apakah kampanye LGBT telah terorganisir. Bahkan hal tersebut jadi peluang bisnis bagi pengembang teknologi.

Kemunculan iklan tersebut membuat saya terusik. Apalagi belakangan ini isu LGBT kembali hangat sejak pelarangan LGBT masuk lingkungan kampus oleh pejabat tinggi negara.

Seperti isu lainnya, persoalan LGBT menimbulkan pro dan kontra. Atas nama Hak Asasi Manusia LGBT mempunyai hak seperti kelompok lain. Sebab LGBT bukan pilihan atau kemauan mereka, orientasi seksual tersebut bukan atas pilihan mereka tapi karena faktor lingkungan yang membuat mereka terpaksa melakoninya. Sementara sebagian lain berpendapat LGBT adalah sebuah penyakit yang sesungguhnya dapat disembuhkan.

Terlepas itu penyakit atau bukan, yang jelas kelompok LGBT di negeri ini telah terstigma negatif. Lihat saja waria yang ngamen sering kali jadi bahan tertawaan masyarakat. Bahkan di televisi prilaku lelaki yang bersikap seperti perempuan menjadi bahan lelucuan di industri entertainment. Bahkan di beberapa tempat orientasi seksual sesama jenis menjadi lahan prostitusi.

Lelaki yang berdandan seperti perempuan mangkal dipinggir jalan. Jika mereka penyuka sesama jenis, kanapa harus berpakaian seperti perempuan untuk mencari pelanggan. Apakah ini hanya kedok untuk menutupi kelainan orientasi seksual mereka ditengah masyarakat.

Mungkin hal ini melatarbelakangi pendukung LGBT memperjuangan kesetaraan hak kelompok tersebut. Agar mereka bisa mencari mangsa tanpa berdandan seperti perempuan. Berharap supaya negara mengeluarkan surat nikah untuk sesama jenis. Toh mereka manusia juga, seperti manusia lainnya.

Sebagian negara sudah melegalkan LGBT terutama negara yang berlandaskan pada kebebasan, bahkan pernikahan sesama jenis tersebut direstui oleh negara. Apakah negara tersebut ditimpa bencana oleh Tuhan karena kebijakan tersebut?. Malah negara tersebut makin makmur dan maju, meskipun mendukung LGBT. Inilah logika yang dikedepankan oleh pendukung LGBT untuk melawan dalil agama.

Saya kira logika tersebut tidak pada tempatnya. Coba saja mereka berpikir apakah mereka mau hidup terus di siang hari tanpa ada malam. Apakah mereka bisa makan daging sapi kalau di dunia ini hanya ada sapi jantan tanpa ada sapi betina. Tidak dapat dipungkiri Tuhan menciptakan saling berpasangan agar bumi ini seimbang untuk dihuni.

Jika ada yang mempunyai kelainan orientasi seksual sesama jenis, mereka pun berhak hidup di bumi. Tapi Tuhan tidak pernah menciptakan mereka seperti itu, namun diri mereka sendiri yang memilih jalan tersebut.

Sampai kapanpun akan selalu ada cahaya bagi mereka. Pilihan akan selalu tersedia, apakah diri mereka menerima cahaya tersebut atau tetap terjebak dalam kegelapan.

Dalam bernegara, saya rasa sah-sah saja bila LGBT menuntut hak untuk berkelompok. Namun sangat disayangkan bila kelompok ini berupaya untuk menyebarkan paham mereka. Bisa jadi kampanye LGBT ini sudah terorganisir secara global dan didukung dengan pendanaan yang kuat.

Sampai kapan pun negara, khususnya Indonesia, melindungi kelompok LGBT dari tindakan kekerasan dan berhak untuk hidup. Akan tetapi negara tidak serta merta melegalkan pernikahan sesama jenis. Sebab sampai kapan pun (dulu, sekarang dan yang akan datang) selalu ada warga negara yang mengalami kelainan orientasi seksual yang suka dengan sesama jenis.

Yang jelas, iklan LGBT di akun twitter tersebut telah mampu mengundang selera menulis saya untuk menuangkan isu tersebut kedalam tulisan di blog ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s