Ngepos via Hape

Judul Iklan Berita di Blackberry Messenger

image
Judul Provokatif

Hari ini saya merasa kembali memulai dari nol. Rasanya seperti kehilangan tempat berpijak, sehingga tak mampu melangkah dan berlari sekencang mungkin. Memang betul nasehat para tetua, pisau akan tumpul bila tidak diasah.

Seperti halnya menulis, kita tak akan bisa merangkai kata jika tidak dilatih secara terus menerus. Untuk memulai satu paragraf saja susah minta ampun, otak terasa tampul karena kehilangan kata untuk dirangkai.

Begitulah yang saya alami saat ini. Dimana sulit untuk menuliskan apa yang terlintas dalam pikiran terkait dengan iklan di status Blackberry Messenger (BBM). Terkadang iklan yang muncul sedikit berbau pornografi, meski tidak terlalu vulgar.

Bisa jadi saya menduga pemilik iklan tersebut tidak sengaja karena mereka hanya berpikir bagaimana bisa menarik konsumen semaksimal mungkin. Sehingga mereka luput dari hal kecil yang bisa berdampak besar. Seperti pada judul salah satu iklan media online yang muncul di status Blackberry Messenger. Judulnya begitu bombastis yang terkesan nakal.

Biasanya judul-judul yang provokatif digunakan untuk menyebarkan virus oleh orang yang tidak bertanggung jawab di dunia maya. Tidak sedikit link di facebook, twitter dan media sosial lainnya yang memiliki judul provokatif beraroma porno sebagai alat penyebar virus. Bagi orang awam sangat mudah sekali terkena jebakan “betmen” ini. Nah, cara seperti itu yang digunakan oleh editor media online untuk menarik pelanggan.

Saya tidak terlalu khawatir bila yang membaca adalah orang dewasa. Namun saya merasa risau jika yang membaca itu adalah anak-anak kecil. Sayapun terbayang dengan keponakan yang masih remaja yang punya BBM sendiri. Tentu ia akan menjumpai iklan tersebut, bahkan ada beberapa iklan di BBM yang gambarnya cukup seksi. Akan tetapi saya sedikit lega, sebab konten dari iklan media online diatas hanya mengabarkan kasus yang tengah riuh di publik, bukan konten yang berisi pornografi.

Rasa ingin tahu anak-anak yang begitu tinggi bisa membuat mereka terseret arus pergaulan bebas. Apalagi saat ini internet begitu mudah diakses oleh siapapun dari berbagai kalangan usia, apapun ada di internet. Kita tidak bisa membendung kemajuan teknologi yang begitu cepat. Namun, yang bisa dilakukan adalah membentengi anak-anak dari hal negatif yang dapat dibangun dari institusi kecil yang bernama keluarga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s