0-250

Kain Gorden

Sebelum matahari tenggelam, Sundari selalu menggeser kain gorden di kamar kosnya. Ia mengambil buku pemberian ibu, lalu mencerna dengan lahap dan khusyuk. Setelah itu ia merasakan klimaks ketenangan dalam hidup.

Senja terus bergulir, namun ia lupa menutup gorden karena sore itu ia kedatangan tamu impian bernama Soni. Sosok yang setia mendengarkan setiap ceritanya. Saking asyik bercengkrama, Sundari berpaling dari buku pemberian ibu.

Sundari merasakan getaran yang tergambarkan sejak kehadiran Soni. Ia tidak pernah lagi diejek jomblo di sekolah. Stigma sebagai perempuan tak laku langsung lenyap dalam benaknya.

Di malam tak terlupakan itu Sundari tidak sengaja merobek gorden yang biasa diulur hampir tiap sore. Pujaan hati datang memperbaiki, saat Soni bekerja Sundari meneguk minuman yang dibawa khusus oleh sang pacar. Minuman yang membuat Sundari terkangkang di seberang batas nalar.

Keesokan pagi Sundari terbangun dalam pelukan gorden sobek tanpa sehelai benang diraga. Disampingnya terlelap seorang laki-laki yang tak dikenalnya.

Iklan

7 thoughts on “Kain Gorden

  1. Haa… kasihan sekali Sundari… tapi ini memang membuat kita mesti berhati-hati mengenal seseorang di media sosial, soalnya siapa yang tahu apakah seseorang memang berniat baik? Mudah-mudahan kejadian ini jauh dari diri kita dan keluarga kita ya Mas :hehe.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s