Ngepos via Hape

Tujuan dan Keinginan

Pada sebuah pagi yang senyap, terdengar suara ayam berkokok. Membangunkan penghuni bumi yang sedang tidur lelap. Entah apa yang dapat menggerakan seseorang untuk bangkit dari tidur. Mungkinkah itu keyakinan atau harapan.

Betapa banyak pagi yang sudah saya lalui, apakah semua pagi di masa lalu itu dapat jadi pelajaran berharga bahwa terlalu banyak waktu yang saya buang dengan sia-sia.

Percayakah kita hidup ini hanyalah sekumpulan kebiasaan yang kita jalankan berulang-ulang. Saya percaya, tapi saya tak pernah menyadari untuk apa semua kebiasaan itu. Sepertinya saya merasakan kebiasaan tersebut hanya untuk mewujudkan keinginan yang semu.

Memang tidak semua orang mempunyai tujuan dalam hidup. Tapi setiap orang memiliki keinginan dalam hidup mereka. Kadangkala tidak sedikit yang bisa membedakan antara keinginan dan tujuan. Bahkan saya pun terkadang berpikir dalam diri, apakah tujuan hidup ini sesungguhnya.

Betapa banyak keinginan yang hendak saya capai. Semuanya tentang harapan di dunia. Tapi saya lengah, karena semua keinginan itu seakan tanpa tujuan. Padahal tujuan sesungguhnya dari kehidupan ini adalah kematian. Sebab Tuhan telah berjanji akan ada kehidupan abadi setelah kematian.

Iklan

11 thoughts on “Tujuan dan Keinginan

  1. Jemur Pernahkah Anda membaca “tanda-tanda” pergerakan zaman sederhana ini: Blog > Facebook > Twitter > Instagram. Saya dibrundung kesedihan ketika Facebook lahir, karena ia segera merebut hati blogger untuk beralih “mainan”. Kemudian Twitter muncul, lalu Instagram. Meskipun di Facebook tersedia Note, kita tahu dengan baik bahwa menulis Status FB jauh lebih pendek dan praktis. Dan ketika orang-orang mengeluh bahwa menulis Status FB itu terlalu panjang baginya dan selalu kehabisan bahan, maka Twitter dengan pembatasan 140 karakter adalah “gue banget”. Lalu saat menulis sependek Twitter mulai dikeluhkan, maka kehadiran Instagram dengan segala daya tariknya terasa jauh lebih memerdekakan. Nah, apakah Anda bisa melihat “progres” platform ini telah “menyunat” habis budaya bergelut dengan kata?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s