Ngepos via Hape

Cerita Kita

Sudah seberapa jauhkah kita melangkah, mengelilingi bumi Allah nan luas ini. Meskipun diberikan usia ribuan tahun, mungkin tak akan cukup untuk menjamah satiap jengkal ciptaan Tuhan. Namun, sesungguhnya kita hanya butuh satu tempat untuk memahami semua itu, yaitu lubuk hati yang terdalam.

Ada yang mempunyai hobi mendaki gunung, ada yang suka jalan-jalan ke berbagai negara, ada yang hampir tiap bulan mendatangi kota-kota yang berbeda. Bahkan ditengah teknologi yang semakin canggih ini kita bisa duduk santai di kursi menyaksikan sekilas apa yang terjadi di belahan dunia lain.

Dari semua itu, apakah yang telah didapatkan. Semacam pengalaman hidup yang berbeda dengan orang lain jika diberi kesempatan berkeliling di muka bumi Allah ini. Atau bisa jadi kita hanya mendapatkan sekelumit berita yang terkadang sudah diolah media masa sesuai dengan kepentingan mereka. Sehingga kita cuma mendengarkan kisah yang sepotong. Sayang sekali tak sedikit yang berpikir berita yang mereka baca dan saksikan tersebut sebuah kebenaran mutlak.

Mari tengok sejanak apa yang tengah hangat di negeri ini. Mulai dari larangan membunyikan kaset mengaji di mesjid, diperbolehkan warung makan buka di bulan ramadhan, pembunuhan sadis seorang anak kecil tak berdosa hingga kasus korupsi yang menjerat mantan menteri negeri antah berantah ini. Dan banyak lagi berita lainnya yang membuat kita sadar bahwa inikah dunia fana yang sedang kita huni. Penuh dengan banyak persoalan yang tak pernah berhenti.

Semua itu merupakan cerita yang kita dengar. Kemudian hari akan selalu ada sekelumit persoalan lain yang akan terus kita saksikan. Bagaikan panggung sandiwara yang tak pernah kehabisan lakon. Memainkan peran sesuai dengan jalan takdir yang telah diskenariokan Tuhan.

Sungguh menarik jika melihat apa peran kita sesungguhnya dalam dunia ini, bangsa ini dan negeri ini. Sebab masing-masing kita mempunyai kisah tersendiri yang kelak akan jadi buah bibir untuk anak cucu. Meskipun tak ada yang tahu, walupun tidak diliput media, dan tak pernah diungkapkan. Tetap saja kita punya cerita hidup, yang bisa jadi hanya kita dan Tuhan yang tahu.

Iklan

9 thoughts on “Cerita Kita

  1. Ah, kontemplasi yang dalam. Saya berpendapat, pun apabila pada gilirannya kehidupan ini benar adanya sebagai sebuah sandiwara, saya cuma bisa berdoa supaya saya menjalankan peran saya dengan baik sesuai skenario dan ketetapan dari-Nya, dan semoga saya bisa tetap yakin bahwa cerita ini akan berakhir pada kebahagiaan abadi dari sang sutradara hidup, Jo.

    Suka

  2. Cerita kita, aku dan kamu. Kamu yang menulis dan aku yang baca..hahaha πŸ˜€
    Tetap semangat kawan! Kemanapun melangkah, niatkan ibadah. Biar hidup semakin berkah. Salam. πŸ™‚

    Suka

  3. Jadi ingat doa Nabi Ibrahim, Robbi habli hukman wa alhiqnii bish shaaalihin, waj’allii ilasana sidqin fil aakhirin waj’alni min warastani jannati na’im.

    semoga kita Allah beri kita kepahaman ilmu, tergolong orang yang shalih, cerita yang baik bagi generasi penerus, dan mewarisi jannatun na’im..

    selamat menunaikan ibadah puasa..

    Suka

  4. Dengan demikian, mari kita selalu bersemangat untuk melakukan kebaikan, dari hari ke hari, untuk diri kita, keluarga, sahabat, dan orang-orang di sekitar kita. Bila di antara kita semakin banyak yang melakukan demikian, semoga negeri kita tercinta akan mendapatkan ampunan dan berkah dari Allah ‘Azza wa Jalla.

    Suka

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ajo Ramli…

    Dunia ini, kini dipenuhi oleh mereka yang mencintai dunia berbanding mencintai akhirat. maka setiap hari akan terdengar luahan hati manusia yang tiak puas dengan hisup yang dilalauinya baik berupa nikmat Allah mahu pun berupa istidrajnya.Dunia ini, kini dipenuhi oleh mereka yang tidak beriman dengan Allah. Walaupun muslim ramai tetapi belum tentu meeka mukmin. Maka, hisup Islam sudah semakin rapuh dalam diri manusia muslim. Semoga cerita kita yang berbaki di bumi ini akan berakhir baik saat dunia ini di tinggalkan untuk menuju akhirat.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s