Ngepos via Hape

Hampir Batal Menikah

image
Buku Nikah

Suatu pagi yang cerah, tiba-tiba handphone berdering di dalam saku celana. Entah angin apa yang berhembus, si penelpon menyuruh saya pulang segera, katanya ada hal yang ingin dibicarakan. Padahal waktu itu saya sedang bertarung melawan waktu, satu hari tersisa sebelum akad nikah untuk menyebar undangan.

Tanpa ada rasa curiga, saya bergegas menuju rumah. Menanyakan dengan tenang apa yang terjadi. Dengan mengehela nafas panjang, kakak yang menelpon tadi bertanya kenapa uang pendaftaran nikah belum disetorkan ke bank. Padahal hari itu (kamis) kelender merah dan bank tutup, sementara besok pada hari jumat akan dilangsungkan akad nikah. Jika tidak disetorkan, maka penghulu tidak bisa menikahkan.

Kabar belum disetorkan uang pernikahan tersebut didapatkan oleh kakak langsung dari kepala kantor urusan Agama (KUA) pada malam sebelumnya. Sehingga pagi-pagi ditanyai dan berhasil membuat saya galau tingkat tinggi, sebab esok adalah hari akad nikah.

Seketika itu kami menguhubungi pihak keluarga pengantin perempuan, sebab proses pendaftaran terakhir dilakukan oleh pihak keluarga perempuan. Ternyata mereka lupa menyetorkan karena slip setoran bank tersebut terselip diantara dokumen pengurusan nikah.

Untung saja pada hari jumat itu kelender gak merah, jadi kami bisa setor di pagi harinya ke bank. Soalnya dari informasi yang berkembang, setoran sebesar Rp. 600.000 ke kas negara tersebut tidak bisa di transfer lewat ATM. Harus langsung lewat teler biar ada bukti transfer yang jadi pegangan bagi kantor KUA. Seandainya hari jumat tersebut bank tutup, tentu kami batal menikah, padahal undangan sudah tersebar.

Enam jam sebelum akad nikah kami pergi setor ke bank, setelah itu langsung menuju kantor KUA untuk melapor dan mendapatkan pengarahan dari petugas KUA. Dengan sangat menyesal mereka bilang kepada kami buku nikah tak bisa selesai hari itu juga.

Jadi dengan terpaksa kami tidak bisa berfoto sambil memegang buku nikah, sabagaimana pose yang banyak diabadikan oleh para pengantin setelah akad nikah. Tapi masih mending tak bisa berfoto tanpa megang buku nikah dari pada gagal menikah karena lupa bayar uang pendaftaran.

Iklan

6 thoughts on “Hampir Batal Menikah

  1. Aduh ngebayanginnya bikin merinding. Tapi bener juga, mending tetap nikah tanpa foto dengan buku nikah daripada harus diundur sementara undangan sudah tersebar.

    Suka

  2. ya ampun, untung lekas ketauan
    nggak lucu kalau pengantin sudah siap sedia, nungguin tuan kadi nggak datang2

    baru tau prosesnya seperti itu sekarang, thanks for sharing ya

    Suka

  3. Agak mengkhawatirkan juga itu ya, Ajo. Pasti perasaan hati kebat-kebit itu, menegangkan! Tapi syukurlah tidak sampai mengganggu kelancaran acara secara keseluruhan, apalagi karena undangan sudah disebar dan itu tinggal selangkah lagi menuju hari-H :hehe.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s