Ngepos via Hape

Titik Awal Seorang Suami

image

Sedikitpun tak pernah menyangka Mei merupakan bulan yang tak terlupakan dalam kehidupan saya di masa yang akan datang. Sama halnya seperti mengingat bulan Agustus pada masa lalu, dimana saya mulai terlahir di dunia ini. Di bulan Mei 2015, kami (saya dan istri) dipertemukan dalam janji suci, tepatnya di tanggal 15-5-15 pada hari Juma’t.

Dengan menjabat tangan seorang bapak, saya berjanji untuk melanjutkan tanggung jawab beliau selama ini atas seorang perempuan, yakni tanggung jawab sebagai suami. Perempuan yang kelak berproses bersama saya untuk menuju husnul khatimah. Janji tersebut merupakan titik awal saya sebagai seorang suami.

Pernikahan bagaikan perahu yang akan mengarungi samudera kehidupan. Tentunya terdapat banyak pulau yang akan kami lalui, banyak rintangan yang harus dilewati, ombak besar yang harus kami terobos. Semua itu hanya menuju satu tujuan, yaitu akhirat. Atas dasar itu kami sepakat melanjutkan kehidupan bersama.

Pada mulanya kami berencana melakukan syukuran secara sederhana. Namun, masing-masing keluarga besar berharap lebih dari apa yang direncanakan. Mereka ingin perhelatan layaknya seperti tradisi yang berlangsung di lingkungan masyarakat kami, baralek.

Keinginan tersebut tak dapat dibendung. Tentu dengan konsekuensi yang mana kami tak bisa membantu persiapan karena keluarga ingin baraleknya di kampung halaman, sementara kami sedang di perantauan. Sehingga sebagai mempelai kami hanya terima bersih, semuanya diurus oleh keluarga besar.

Alhamdulillah, akad dan baraleknya berjalan lancar. Mohon maaf, jika ada teman-teman tak terundang karena keterbatasan waktu dan tempat. Dibalik kelancaran tersebut terselip beberapa kisah yang Insya Allah akan saya tulis, salah satunya kisah hampir batal nikah.

Iklan

34 thoughts on “Titik Awal Seorang Suami

  1. barakallahulaka wa barakallaahu ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khair. semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah ya
    oya, tanggal nikah kita beda 5 hari πŸ™‚

    Suka

  2. Selamat atas pernikahannya Ajo, semoga menjadi keluarga yang bahagia sejahtera lahir batin dan dirahmati Tuhan :amin. Cerita tentang pernikahan akan selalu ditunggu, rupanya Ajo lama tak muncul sedang bersiap dengan perubahan terbesar dalam hidup :hihi.
    Sekali lagi, selamat! Senang rasanya, akhir-akhir ini ada banyak teman yang melepas masa lajang dan berbagi kebahagiaan dengan kami-kami di sini :)).

    Suka

  3. Sekali lagi …
    Selamat Berbahagia ya Jo …
    Semoga sehat dan langgeng …
    sampai nanti …

    Cepat dapat momongan …

    Salam saya Ajo
    (6/6 : 19)

    Suka

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ajo Ramli…

    Alhamdulillah bertambah lagi umat Muhammad dalam mendirikan masjid agungnya.
    Semoga beroleh barakah dan rahmat sepanjang kehidupan berkeluarga dan dimurahkan rejeki atas andar berdua.

    Salam manis buat isterinya, ya.
    Salam ramadhan yang mulia

    Selamat Pengantn Baru dari Sarikei, Sarawak. πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s