Ngepos via Hape

Meragukan Kejujuran Tukang Service

Sulit bagi saya untuk tidak berprasangka. Kali ini prasangka buruk terhadap seorang tukang service AC. Ceritanya bermula saat si tukang service (si A) menjadi langganan untuk perbaiki AC di kantor. Sebelumnya saya tidak tahu kenapa tidak dipakai lagi jasa tukang service sebelumnya (si B). Katanya sih tukang service sebelum ini sering salah memperbaiki, yang tadinya tidak rusak dibilang rusak.

Sehingga si B ini diganti dengan si A. Beberapa bulan belakangan memang hasil kerja si A cukup bagus dibandingkan si B. Itu komentar dari rekan kerja yang lain. Rencananya ada satu unit ac yang gak berfungsi maksimal yang akan saya kasih job ke si A ini.

Suatu hari, ternyata AC tersebut mendadak rusak. Cuma angin saja yang keluar. Jadi saya panggil si A buat ngecek ke kantor. Ternyata si A ini gak bisa datang karena suatu alasan, lagi hari raya. Jadilah saya panggil tukang service AC yang lain, yakni si C. Eh, ternyata si A ini ngambek ketika dia tahu ac tersebut sebelumnya dia yang diagnosa, tapi diperbaiki sama orang lain.

Saya kasih penjelasan, akhirnya dia bisa terima. Namun, sejak itu selulu ada masalah pada ac lain yang dia cek. Listrik langsung membalik ketika ac dihidupkan. Saya khawatir ini merupakan sabotase. Karena udah terlanjur di cek sama si A ini, maka dialah yang memperbaiki. Setiap dia cek ac yang bermasalah, selalu dia bilang kompresor yang rusak.

Meskipun saya gak tahu soal AC tapi saya gak percaya sama omongan si A ini. Sebab tiap service selalu bilang kompresor gak bisa dipakai lagi. Dalam hitungan saya sudah 4 ac yang dibilang kompresornya rusak.

Puncaknya ketika dia mau service ac di ruangan utama, eh malah listriknya membalik (konslet), lalu di bilang kompresor rusak. Padahal tak pernah sebelumnya konslet gitu, tapi setelah dia pegang kok malah konslet.

Jadi kepercayan saya jadi hilang sama si A ini. Tapi untuk mendapatkan tukang service ac bagus di kota ini cukup susah. Si C yang memperbaiki ac yang bermasalah sebelumnya malah lebih parah lagi. Belum satu bulan, ac yang diperbaikinya malah rusak lagi.

Kondisi seperti ini membuat saya sedikit risau. Sebab ruang utama ini butuh pendingin agar tidak menggangu pelayanan. Nyari tukang ac bagus dan jujur susahnya minta ampun.

Oleh karena itu saya tidak boleh dihantui oleh kondisi seperti ini. Saya harus mengadapi dengan pikiran positif. Berupaya untuk tidak berprasangka macam-macam. Meskipun sulit bagi saya mengenyampingkan fakta yang terjadi diatas yang membuat saya berprasangka buruk.

Mungkin ini pengalaman bagi saya untuk belajar mengendalikan pikiran tanpa prasangka. Ternyata hasil bagus saja tidak cukup, mesti jujur pada pelanggan.

Iklan

3 thoughts on “Meragukan Kejujuran Tukang Service

  1. Kejujuran itu memang paling utama ya Ajo. Tapi agak susah juga kalau di sana tukang servis AC terbatas… yah, mungkin saat bekerja bisa diawasi supaya dia tidak macam-macam (tapi ini juga agak susah, sih…).
    Semoga AC di sana cepat benar kembali supaya tidak usah panggil tukang servis :hehe.

    Suka

  2. Sekrang emang lebih banyak yang mencurigakan, jadi ikutan waspada aja… seprti kata bang napi.. Waspadalah !! Waspadalah !!

    Semoga berkenan menerima kehadiran ane.. hehehe 😀 Maklum udah lama nggak mampir, dan semoga kita senantiasa diberikan kelapangan bersilaturrahmi… Aamiin.. 🙂

    Dari Abu Hurairah ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

    ” مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ ”

    “Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturrahmi”

    *SaHaTaGo (Salam Hangat Tanpa Gosong) pojok Bumi Kayong, Ketapang-Kalimantan Barat

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s