Ngepos via Hape

Menunggu Giliran

Duduk di kursi antrian tempat potong rambut ini membuat pikiran melayang jauh lewati batas imajinasi. Sesabar apakah kita menunggu giliran. Kenapa kita harus memotong helai rambut yang dari dulu terus tumbuh. Serta banyak pertanyaan ngawur yang nyangkut dalam otak nan kecil ini.

Sabar adalah kata yang sering diidentikan dengan musibah, petaka dan bencana. Kesabaran diharapkan terjadi ketika dihadapi pada hal-hal yang tidak menyenangkan. Sehingga kita lupa bahwa kesabaran amat dibutuhkan saat kita merasa senang.

Jika seandainya menunggu giliran potong rambut ini seperti menunggu kematian, apakah masih mau manusia memotong rambut mereka yang terus memanjang. Apakah masih sabar menunggu giliran?

Menunggu kematian itu seperti seni kehidupan. Siapapun tak bisa lari, sebab kematian bagaikan busur panah yang sedang menuju diri setiap makhluk hidup di muka bumi ini. Siapa yang sabar menghadapi, maka ia termasuk golongan yang beruntung.Β 

Kita sering lupa bahwa sesungguhnya hidup ini singkat. Sehingga takut pada sesuatu yang belum terjadi di masa depan. Kita tidak sanggup sabar menghadapi situasi yang tengah dialami. Terkadang kita menyasali apa yang terjadi di masa lalu dan membuat kehidupan di hari ini tersandra oleh pikiran masa lampau.

Iklan

12 thoughts on “Menunggu Giliran

  1. Kebanyakan dari kita mungkin lupa kalau sebenarnya lagi ada dalam antrian menuju kematian ya DaAjo. Terima kasih sudah dingatkan. Btw, pangkas rambut ga sekalian dibotakin aja DaAjo?hehe

    Suka

  2. Karenanya, kita tak boleh menyesal, melainkan harus mengisi hidup dengan semua upaya yang kita mampu untuk menjadikan hidup ini tanpa penyesalan ya, Ajo :)).
    Dan jikalau kita sudah melakukan semua yang kita mampu, ikhlas menurut saya adalah penutup terbaik untuk akhir hari :)).

    Suka

  3. iya, mungkin di tukang cukur kita bisa melihat antrian nomer berapa kita dan bersiap diri, tapi kematian, nomer antriannya tidak ada yang tau. πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s