Ngepos via Hape

Hutang Yang Membunuh Akal Sehat

Mumpung masih semangat, maka postingan kali ini pengen nulis yang ringan-ringan aja. Sebab, sepulang kerja kaget lihat berita tentang penyanderaan anak kecil di gresik. Sesekali nengok tv ternyata beritanya cukup membuat saya penasaran.

Seorang yang tengah dikejar hutang nekat menyandera anak kecil dengan sebilah pisau. Drama penyanderaan ini melibatkan tentara dan aparat kepolisan. Meski pada akhirnya kondisi penyandra berakhir tragis, yakni di tembak mati oleh polisi.

Mendengar berita itu perasaan saya langsung campur aduk. Sedih, prihatin, heroik, dan heran bercampur menjadi satu. Semuanya berkecamuk sehingga menggugah sisi kemanusian yang ada pada diri. Dimana perasaan itu berujung pada sebuah pertanyan, apa yang ada dalam pikiran penyandera?

Sebagian dari kita mungkin menganggap hutang dua juta yang membebani penyandera bukanlah nilai yang terlalu besar. Bisa jadi yang dikhawatirkan bukanlah nilai uang nya, tapi ancaman yang menakutkan dari penagih hutang. Kita memang tidak pernah tahu apa yang tersimpan dalam benak pelaku. Namun, kita dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini.

Dalam hidup bermasyarakat hutang piutang memang sulit dihindari. Sehingga pada prinsipnya Islam telah mengatur dan membahas soal hutang pituang. Satu prinsip yang melekat dalam pikiran saya adalah “Orang yang mampu membayar hutang, tapi tidak membayar hutangnya maka ia telah menzalimi dirinya sendiri”. Orang yang mampu bayar hutang aja masih digoda sama setan, bagaimana bagi orang yang tidak sanggup bayar hutang. Tentu setan mempunyai cara yang berbeda untuk menjerumuskan manusia.

Begitu banyak cerita tentang hutang piutang yang telah saya dengar. Namun, baru kali inilah saya mendengar di indonesia ada seorang yang tengah berhutang tega menyandera anak kecil. Sebelumnya juga pernah baca berita seorang tega membunuh tetangganya hanya karena ingin melunasi hutang di bank. Modusnya adalah membuat surat kematian palsu, dimana jasad tetangganya yang dibakar ini dipalsukan sebagai jasadnya sendiri.

Kadang hidup ini tidak bisa dicerna dengan akal sehat. Selalu ada kisah yang membuat sisi kemanusian kita tercabik karena ulah tipu daya setan kepada manusia yang menjauh dari jalan Tuhan.

Iklan

6 thoughts on “Hutang Yang Membunuh Akal Sehat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s