Ngepos via Hape

Jika Mati Sama Dengan Tidur

Ketika seharian lelah beraktifitas, maka tidurlah. Kelak sesudah tidur kita akan kembali merasakan badan yang segar. Sekaut apapun manusia, sehebat apapun manusia dan sepintar apapun manusia, mereka semua pasti membutuhkan tidur.

Tidur adalah sebuah keniscayaan bagi manusia, seperti halnya kematian yang pasti dilalui oleh setiap makhluk. Tidur sama dengan kematian. Saat tidur Tuhan menggenggam jiwa kita, lalu melepaskan kembali (bangun) sampai masa dimana Tuhan menggenggam kembali melalui kematian. Saat mati, Tuhan tidak melepaskan kembali jiwa yang di genggam Nya seperti jiwa orang-orang yang tidur.

Seandainya kita hidup tanpa tidur, maka tak bisa dibayangkan bagaimana kondisi raga kita. Tidak tidur selama 2×24 jam saja sudah membuat badan jadi lemas, bahkan bisa jatuh sakit. Apalagi lebih dari itu, kita tak akan sanggup hidup tanpa tidur.

Mati = tidur adalah rumus yang mesti dipikirkan untuk diambil pelajaran dan hikmahnya.

Jika mati itu sama dengan tidur, maka azab kubur itu seperti mimpi buruk tapi sayang gak bisa bangun lagi, soalnya udah di dalam tanah.

Jika mati itu sama dengan tidur, maka alam barzah itu seperti tempat tidur, dimana setiap orang akan memilih jalan sendiri apakah mau ke kamar mandi dulu atau langsung pergi kerja dengan baju tidur.

Jika mati itu sama dengan tidur, maka akhirat adalah tempat kehidupan seperti duni dimana kesenangan dan kesedihan tak pernah terhenti karena setiap jiwa telah abadi. Bedanya kalo di dunia, khan jiwa ini hanya sementara sebab akan digenggam kembali dalam tidur berikut. Makanya dunia itu hanyalah kesenangan sementara.

Jika mati itu sama dengan tidur, maka sudah saatnya manfaatkan waktu bangun kita untuk melakukan amal kebaikan untuk bekal saat bangun untuk selamanya di alam sana.

Iklan

4 thoughts on “Jika Mati Sama Dengan Tidur

  1. Makasih Jo. Kalo mati sama dengan tidur, mimpi buruknya pasti berlipat-lipat kali dan terasa nyata tapi tidak bisa bangun sama sekali.
    Btw baru buka di laptop tampilannya berubah ya Jo. Bagus sekali! 😀

    Suka

  2. That’s why, we should read du’a “Bismikallahumma ahya wa amut”

    Semoga kalau pas tidur nyawa g balik, kita chusnul khotimah. Klo ternyata nyawa msh balik, ya kita hrs syukuri dg doa kembali.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s