Ngepos via Hape

Kami Sudah Terbiasa Membeli BBM Mahal

Setiap bahan bakar minyak (BBM) naik, selalu ramai yang membicarakan. Mulai dari media, warung, hingga sosial media. Dua hal yang muncul, yakni pro dan kontra. Sayang sekali kenaikan BBM kali ini sering dikaitkan dengan proses pemilu masa lalu.

Pada zaman sekarang BBM merupakan sumber energi yang teramat penting. Mungkin kita tak bisa membayangkan apa yang terjadi jika tidak ada BBM. Maka akan timbul kekacauan sosial, perhatikan saja saat BBM langka, banyak masyarakat yang resah.

Kenaikan BBM berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa, baik secara langsung maupun tidak langsung. Rentetan kenaikan BBM seperti efek domino yang merembes ke segala arah. Salah satunya adalah kenaikan ongkos transportasi.

Biasanya ongkos kapal laut dari selat panjang ke pekanbaru cuma 120 rb. Sejak kenaikan BBM ongkos pun naik menjadi 175 ribu. Nah, tentu donk ongkos dari selatpanjang ke batam bakal naik juga. Celakanya, kenapa sebelum BBM naik saya tidak mewujudkan keinginan untuk berkunjung ke batam.

Setelah BBM naik, baru deh nyesal menunda keberangkatan. Kata sebagian orang disini ongkos ke batam disini belum naik. Masih harga yang lama, jadi saya masih punya peluang untuk berkunjung ke batam dengan harga tiket yang lama. Mungkin narablog ada yang berasal dari batam? Ayo kitaย  kopdar!.. hehehe

Oh ya, orang-orang disini (selatpanjang) mungkin tidak terlalu heran dengan tarif kenaikan bensin dari 6.500 menjadi 8.500, sebab sebulum BBM naik kita sudah terbiasa beli bensin dengan harga 8.000 per liter. Bahkan harga bensin bisa mencapai 10.000 perliter.

Hingga postingan ini diterbitkan, saya tak tahu berapa harga bensin perliter nya. Bisa jadi lebih dari sepuluh ribu. Soalnya sebelum BBM naik, semua motor di kantor sudah full ngisi minyak. Lagian sejak tinggal disini saya tak pernah beli bensin karena kendaraan yang saya gunakan adalah sepeda.

Sementara untuk solar, harga dari 5.500 naik menjadi 7.500. Disini kami sudah terbiasa membeli harga solar dengan harga 9.000 per liter. Sejak diumumkan kanaikan BBM, harga solar melejit menjadi 11.000 per liter.

Jika mereka menderita karena kenaikan BBM maka kami dari dulu sudah merasakan penderitaan, dengan harga BBM yang mencekik. Kini, kami makin tercekik karena harga yang kami keluarkan selalu lebih besar dari pada saudara kami yang hidup di daratan. Beginilah dinamika kami sebagai warga negara kepulauan.

Iklan

17 thoughts on “Kami Sudah Terbiasa Membeli BBM Mahal

  1. Menurut saya, mereka yang demo itu saya rasa sudah lupa kalau dirinya adalah rakyat Indonesia. Setahu saya rakyat Indonesia itu tangguh, pelaut ulung, atap kereta ditumpangi, rokok yang harganya lebih mahal pun ngepul tiap hari, cabe naik 4x lipat tetap saja kebeli, listrik naik 50% tidak terasa efeknya.

    Nah ini bensin “cuma” naik 2000 perak trus syok …

    Suka

    1. Suatu hari si Eneng ke pasar…

      Eneng : Permisi emak ada tempe…?

      Emak : Ada neng…

      Eneng : Heran ya mak,, skrg dimana-mana ada demo,,, BBM naik cuma 2 ribu perak ribut,,, tapi beli rokok 15rb bisa.. Lebay buangedd dehh….

      Emak : Neng,,, Jangan samakan harga rokok dengan BBM, harga rokok ga mempengaruhi kenaikan harga lainnya neng,,, sedangkan BBM naik,, semua harga pasti naik,, di keluarga emak gak ada yg ngerokok,, jangankan tuk beli rokok neng,, buat makan aja susah,,, semua harga bahan pokok jadi naik karna BBM naik,,, justru emak yang heran neng,, emak liat di tv, minyak dunia lg turun, kok BBM jadi naik ya neng?? Dulu zaman pak SBY minyak dunia turun, harga BBM turun loh neng,,,

      Eneng : Maca cihh mak?? Tapi Beli motor bisa,,, masa beli BBM ga bisa,, anehh bingiittt tau ga mak,,,??

      Emak : Gak semua rakyat punya motor neng,, emak juga gak punya motor,, emak kesini naik angkot neng,,, tapi emak harus menanggung beban kenaikan BBM karena ongkos angkot jadi MAHAL…

      Eneng : Makanya kerja keras donk mak,, jangan ngeluh,,,

      Emak : Eneng,, emak juga dah kerja keras neng,,, saat eneng masih tidur, emak sudah bangun untuk kerja,,, suami emak juga kerja,, anak emak juga kerja,, tapi kalo sudah kerja mati2an, harga BBM bikin kami susah, kami keberatan juga neng,,,

      Eneng : Ahhh,, susah ngomong sama emak,, ya sudah,, jadi berapa harga tempenya mak,,,??

      Emak : 7 ribu neng,,,

      Eneng : 5 ribu aja ya mak,,,

      *Krompyang*

      Suka

  2. Kenaikan BBM tidak bisa tidak dikaitkan dengan persoalan politik. Karena keputusannya memiliki dasar politis yang cukup kuat. Di sisi lain, logika sederhana masyarakat kita sulit menerima kenaikan tersebut, apapun alasan yang digunakan pemerintah. Kritik terhadap kebijakan pemerintah mesti dilakukan, agar tidak timbul kesewenang-wenangan, sebagaimana di zaman orde baru dulu

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s