Ngepos via Hape

Sungai Ujian

Selamat malam waktu, bolehkah aku pergi ke masa lalu. Masa dimana aku belum terlahir di dunia. Ketika itu hidup sekelompok orang yang kisah mereka abadi hingga kini. Kisah yang sering kali terlupakan oleh kami.

Orang-orang tersebut meminta kepada Tuhan untuk mengangkat seorang pemimpin dari kelompok mereka. Tuhan mengabulkan, namun setelah dikabulkan mereka malah menolak pemimpin yang di tunjuk oleh Tuhan. Pemimpin itu bernama Thalut.

Dalam perjalanan Thalut mengingatkan kepada kelompok masyarakat tersebut untuk meminum air sungai dengan secukupnya. Meskipun mereka telah melakukan perjalanan berhari-hari dan merasa kehausan, tetap harus meminum air sesuai dengan kebutuhan.

Namun, banyak diantara mereka meminum air sungai dengan berlebih-lebihan. Hanya sebagian kecil dari mereka yang minum sesuai kebutuhan. Larangan itu bukan berarti tanpa makna. Tuhan telah memperintahkan untuk minum secukupnya, tapi banyak sekali yang ingkar. Itu hanya ujian berupa sungai, belum lagi ujian yang lain. Inilah kisah masyarakat yang diabadikan Allah dalam Al Quran.

Wahai waktu, bolehkah aku pergi ke masa itu dan berbaur dengan orang-orang tersebut. Aku ingin tahu apakah aku akan meminum air sungai secukupnya atau aku malah minum sebanyak-banyaknya sebagaimana kebanyakan orang yang mengabaikan perintah Tuhan.

Waktu, jika engkau tak mengizinkan ku untuk kembali ke masa itu, maka ajarilah aku untuk memetik makna dari kisah tersebut. Di masa ini maupun pada masa yang akan datang. 

Pada masa kini air sungai itu telah menjelma menjadi rupa yang bermacam-macam. Diantaranya berupa nikmat harta, rezeki sampai pada aneka ragam musibah yang mendera manusia. Semua itu adalah bentuk ujian Tuhan, layaknya seperti sungai di masa Thalut.

Sanggupkah aku menghadapi semua ujian hidup tersebut? Baik sekarang maupun yang akan datang. Mungkin hanya waktu yang mampu menjawab pertanyaan itu.

Iklan

6 thoughts on “Sungai Ujian

  1. Sungai ujian sekarang memang dapat dianalogikan dengan berbagai macam… memberikan persepsi kesejukan atau kenyamanan dan dorongannya begitu deras untuk diajak mengikutinya…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s