Ngepos via Hape

Menunggu Sikap Maaf Pak Presiden Untuk Tukang Sate

Terkadang kita perlu dewasa menyikapi social media di dunia maya. Sejatinya dunia maya adalah ranah publik. Secanggih apapun fasilitas pribadi/private disediakan social media, tetap saja fitur eksklusif tersebut mengarah ke ranah publik. Karena kapanpun penyedia layanan siap mengakses data kita di social media.

Oleh karena itu kita perlu hati-hati dan bersikap dewasa dalam berinteraksi di dunia maya. Apalagi zaman sekarang perilaku di dunia maya dapat menjerat seseorang untuk masuk ke dalam penjara.

Nah, yang membuat saya pribadi heran adalah sikap sebagian orang yang kurang bijak dalam menggunakan dunia maya. Bahkan ada sebagian kita terlalu lebay dengan dunia maya, sehingga dengan mudah memutus tali silahturahmi dengan mengunfriend teman tanpa alasan yang jelas. Gara-gara berbeda pendapat, beda pilihan politik atau hanya gara-gara terlalu ekslusif.

Tentu kita masih ingat kasus hangat yang terjadi dimana seorang penjual sate berinisial MA dijebloskan ke penjara karena menyebarkan foto capres Jokowi yang diedit dengan gambar porno di masa pemilu lalu.

Menyikapi kasus ini seperti seperti makan buah simalakama. Disatu sisi MA memang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya karena foto Jokowi yang diedit mengandung konten porno. Tanpa diadukan pun, MA akan tetap bisa dijerat pidana karena gambar yang di upload ke dunia maya mengandung pornografi bukan merupakan delik aduan. Namun, sebagian besar dari kita tidak tahu seperti apa foto yang menjebloskan tukang sate itu ke penjara.

Bahkan kita tak pernah tahu, apakah MA ini sebelum mengupload foto tersebut memahami UU ITE dan UU Pornografi, singkatnya apakah ia paham dengan hukum. Bisa jadi MA hanya terjebak pada dinamika konfilk yang diciptakan para elite politik semasa pemilu lalu.

Jangankan tukang sate, orang yang berpendidikan sekalipun banyak yang kehilangan akal sehat dikala persaingan Jokowi dan Prabowo dalam memperebutkan kuris presiden. Bahkan orang pendidikan tersebut banyak yang paham hukum, tapi mereka banyak bicara seperti orang barbar yang tak mempunyai aturan.

Konflik politik seperti itu jelas sekali diciptakan oleh para elit politik. MA hanyalah seorang korban dari perseteruan dua elit yang berebut kuasa. Sayang sekali, MA sangat kurang beruntung karena “kreatifitas liar” nya di dorong oleh perseteruan dari dua elit politik tersebut saat pemilu. Ia terjebak suhu politik yang panas sehingga tidak bisa berpikir jernih.

Namun, presiden kita yang katanya pro rakyat itupun seperti mencuci muka di air jernih. Ia tak mengeluarkan sepatah kata pun untuk si tukang sate, mungkin pak presiden kita sangat sibuk sehingga tak ada mengurus kasus sepele ini. Padahal dulu sebelum jadi presiden kita percaya ia begitu dekat dengan wong cilik. Dengan mengeluarkan sedikit kekuasaanya, setidaknya mampu memberikan dukungan moril kepada MA.

Kekuasaan yang sedikit itu adalah kata maaf dari sang presiden. Kalaupun MA tetap harus masuk penjara karena perbuatanya, setidaknya ia bernafas lega karena mendapatkan kata maaf langsung dari pak presiden.

Ahh, rasanya saya seperti ngigau. Mana mungkin pak presiden punya waktu untuk mengurus hal kecil ini.

Iklan

10 thoughts on “Menunggu Sikap Maaf Pak Presiden Untuk Tukang Sate

  1. Hmmm…sudah dimaafkan kan akhirnya meskipun saya ngga tau proses hukumnya bagaimana, tp sbnrnya halhal begini bisa jadi pelajaran untuk semuanya, sebebasbebasnya berkekspresi di dunia maya ttp harus bertanggungjawab
    Semoga diberikan jalan keluar yg terbaik utk semuanya

    Suka

  2. Ada link fotonya nggak Mas?
    Penasaran aku. Karena sampe saat ini nggak ada yang tau gambar yang dimaksud kayak apa. Masak “sesuatu yang sebegitu menggoda” bisa sapu bersih? Padahal itu terjadi masa kampanye pilpres kan? Mestinya sih “ramai” dibicarakan waktu itu.
    Lucunya itu : awalnya membully, lama-lama jadi penghinaan, ujung-ujungnya kok jadi pornografi?

    Suka

  3. Barangkali ini adalah shock therapy yang diberikan Pemerintah kepada kita. Dengan begini, akan menjadi semacam pengingat kepada semua kalangan, agar lebih bijak dalam bersosial media.. 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s