Ngepos via Hape

Setengah Penuh atau Setengah Kosong

Aku tak pernah berpikir ternyata masalah dalam hidup ini hanyalah soal sudut pandang. Tidak penting apa, kapan dan dimana masalah itu terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana memandang permasalahan tersebut.

Ibaratnya seperti melihat gelas yang berisi air. Namun air dalam gelas tersebut hanya setengah. Nah, coba bayangkan ada sebuah gelas yang berisi setengah air itu dihadapan kita. Apakah kita melihat setengah kosong atau setengah penuh?

Analogi ini sebetulnya sudah lama aku dengar, yakni ketika masa kuliah dulu. Namun, baru sekarang nyadar ternyata melihat setengah penuh itu lebih luar biasa dari pada melihat setengah kosong.

Artinya, ketika persoalan dan permasalahan hidup datang menghampiri sangat diperlukan pemikiran positif, bahkan untuk mencapai solusinya sangat dibutuhkan sikap optimis. Hal ini menandakan bahwa kita telah melihat gelas itu dengan setengah penuh. 

Orang yang melihat gelas itu setengah kosong akan bersikap sebaliknya, yakni berpikiran negatif dan selalu pesimis dalam menghadapi segala persoalan yang menghadang.

Betapa pentingnya sudut pandang ini karena semua sikap dan tingkah laku yang kita lakukan berawal dari sana, yakni pikiran.

Allah pernah menegaskan dalam firman Nya bahwa Aku sesuai dengan prasangka hamba Ku. Hal ini membuktikan betapa pentingnya berpikir positif dan berprasangka baik. Apapun yang terjadi dan seberapa berat masalah yang dihadapi, akan selalu ada jalan keluar yang terbaik.

Jadi tinggal kita memilih apakah melihat gelas setengah penuh atau gelas setengah kosong.

Iklan

7 thoughts on “Setengah Penuh atau Setengah Kosong

  1. setuju ajo..tp bagaimana jika orang yang memandang gelas setengah kosong itu justru berpikir karena gelas setengah kosong itulah ia jadi melakukan sesuatu supaya tidak “setengah kosong” ?

    Suka

    1. Faktanya isi gelas itu memang setengah, makanya ada dua sisi dalam memandangnya.. jika gelas tersebut penuh, maka sudut pandangnya hanya satu, yakni penuh… persoalnya bukan mengisi setengah yg kosong itu, tapi memilih antara melihat setengah kosong atau setengah penuh..

      Suka

  2. benar kak, ini masalah bagai mana seseorang menilai berdasarkan persepsinya masing-masing, memang pasti gak sama, mungkin bisa berdasarkan anggapan positif dan negatif ya?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s