Ngepos via Hape

Meracau

Kamu tak akan pernah tahu bagaimana hati bicara, jikalau kamu tak yakin bahwa Tuhan itu ada. Betapa banyak perasaan yang ditumpahkan di dunia ini. Satupun tak luput dari pendengaran Nya.

Tuhan mendengar apa yang terbetik dalam hati, tapi aku tak berani menyampaikan perasaanku. Biarlah aku dan Tuhan yang tahu, bahwa aku nyaris tak bisa lagi menahan semua ini. Mulutku membisu, jari-jari ku mulai kaku. Ingin ku lepaskan apa yang mengganjal di pikiran.

Aku bukanlah kategori orang yang pasrah. Aku sadar bola yang aku lempar ke dinding pasti akan memantul. Itulah analogi dari takdir dimana setiap bola yang kita lempar pasti akan memantul. Persoalannya adalah seberapa kuat kita melempar bola. Jika bola dilempar semakin kuat, maka pantualanya akan semakin jauh, itulah analogi dari nasib.

Jauh lebih penting lagi jika aku mengetahui apa tujuanku melempar bola. Sehingga aku tak lagi merasa seperti mayat hidup yang bergerak tak menentu.

Untuk itulah aku mesti belajar menyelaraskan hati dan pikiran. Agar aku bisa menemukan tujuan. Mau dibawa kemana arah kehidupan ini.

Iklan

5 thoughts on “Meracau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s