Ngepos via Hape

Hari Intropeksi

Semakin lama saya makin tidak paham lagi kemana harus melangkahkan kaki. Rasanya seperti kehilangan arah, sehingga tujuan hidup mulai mengabur. Namun, masih ada tersisa sedikit asa untuk merangkai kembali tujuan yang tadinya hampir sirna. Sebab kita tak pernah tua untuk merangkai mimpi.

Roda waktu begitu cepat berputar, tak segan menerkam segala ingatan. Dua puluh sembilan tahun lalu terlahir seorang laki-laki yang tak tahu sama sekali apa itu dunia. Kini laki-laki itu mulai menyadari bahwa dunia ini hanyalah ladang untuk menanam buah yang kelak akan dipetik di akhirat.

Bayangkan ketika kita diberi sebidang tanah, apakah yang kita tanam? Begitu banyak pilihan, bukan? Bagi orang yang berpikir, tanah itu bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat jika digarap dengan baik. Namun, bagi sebagian kelompok yang lain tanah tersebut bisa jadi semak belukar karena diterlantarkan.

Artinya setiap niat, pikiran dan sikap dari setiap manusia akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. Ketika kita menanam apel maka yang berbuah tentu apel juga. Tapi jangan pernah duga apel yang ditanam akan berbuah lebat jika pupuk yang diberi adalah pupuk yang tidak bagus. Begitulah sistem rezeki dalam hidup, jika memakan sesuatu yang tidak baik maka hasilnya tidak akan bagus.

Oleh karena itulah, laki-laki itu mulai memahami arti sebuah tanggung jawab. Sejak itu ia mulai membuka pintu hatinya. Mencoba untuk terus istiqamah dalam kebajikan. Menyandarkan segala sesuatu kepada Tuhan sembari terus berupaya dan berusaha.

Meskipun terkadang terlintas dalam pikirannya rasa takut, cemas dan risau. Ia akan selalu terus belajar menjalani kehidupan. Termasuk diantaranya belajar sabar, baik dalam keadaan sempit maupun lapang. Ia percaya sabar akan berbuah manis.

Kepercayaan itu membuat ia yakin suatu hari kelak ia akan dipertemukan dengan belahan jiwa yang dapat menjadikan dunia sebagai ladang untuk mencapai tujuannya, yakni husnul khatimah.

Hari ini menjadi hari intropeksi bagi laki-laki itu untuk membuka sedikit ruang di hatinya. Yang mana ruang tersebut menjadi tempat bagi belahan jiwa yang hingga kini masih menjadi misteri Nya.

Iklan

6 thoughts on “Hari Intropeksi

  1. interospeksi diri, merenung dan menemukan hal-hal yang seharusnya dilakukan tapi ternyata tidak dilakukan. Semoga segera ketemu dengan belahan Jiwanya ya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s