Ngepos via Hape

Selamat Datang di Selat Panjang

Tak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiranku untuk menginjakan kaki ke kota selat panjang ini. Sebelumnya aku malah ingin menjajaki kota ujung batu dan kota perawang, semua kota itu masih berada diatas tanah melayu, provinsi Riau.

Memang takdir sama sekali tak pernah terduga. Tapi satu hal yang mesti aku yakini adalah takdir itu untuk kebaikan diri sendiri. Apapun yang terjadi, Allah sudah mengatur sebab tidak ada kebetulan di dunia ini.

Kota selat panjang adalah kota yang asing bagiku. Tidak ada saudara, teman ataupun blogger yang saya kenal di sini. Jadi hanya dengan modal nekat, aku beranikan diri memilih nasib untuk menginjakan kaki di kota yang mayoritas dihuni oleh etnis melayu dan tionghoa ini.

Dari pekanbaru ke selatpanjang harus menempuh jalur sungai dan jalur darat. Naik speedboat di pelabuhan sungai duku pekanbaru. Lalu sekitar lebih kurang sejam perjalanan akan transit di perawang. Dari perawang nyambung naik bus ke pelabuhan tanjung buton. Perjalanan darat tersebut akan menempuh waktu sekitar dua jam lebih. Nanti dari tanjung buton kembali naik kapal ke selat panjang selama sejam lebih.

Jangan khawatir, meskipun perjalanannya terlihat agak ribet karena beberapa kali naik turun transportasi. Kita tetap akan disuguhi kenyamanan karena beli tiketnya cukup sekali saja. Nanti yang urus semuanya pihak perusahaan transportasinya. Ada beberapa pilihan perusahaan diantaranya meranti ekspres, naga line dan garuda porti. Hanya tiga perusahaan itu yang melayani rute pekanbaru selat panjang.

Harga tiket pekanbaru ke selat panjang, begitu sebaliknya, hanya seratus dua puluh ribu rupiah. Itu sudah termasuk ongkos bus dari perawang ke tanjung buton dan ongkos dua kali naik speadboat. Kita tinggal duduk aja dan ngikuti arahan dari pihak perusahaan speedboat nya.

Tak bisa saya melukiskan kesan pertama ketika tiba di kota ini. Kata orang disini banyak tempat wisata kuliner yang menarik dan enak, apalagi seafood nya.

Nah, yang membuat aku kaget adalah transportasi di kota ini. Disini lebih banyak motor, sementara keberadaan mobil di jalan raya dapat dihitung dengan jari. Kalaupun ada mobil yang berjalan di jalan raya, itupun hanya mobil dinas dari pemerintah/perusahaan yang ada di selatpanjang. Jangan pernah bayangkan kota ini seperti kota jakarta.

Rasanya ini dulu deh gambaran awal tentang kesan pertama ku di selat panjang. Sebetulnya masih banyak lagi cerita tentang kota ini, tentu cerita itu akan diposting di kemudian hari.

Iklan

16 thoughts on “Selamat Datang di Selat Panjang

  1. Ajo, aku kirim buku ke alamatmu kok kembali lagi nih…udah sebulan ngirimnya.. 😦

    Keterangan dari kantor pos : penerima tak di kenal

    Suka

  2. Aku kirain kamu ke selat panjang yg di Medan, Ajo πŸ˜€ kalo di Medan, selat panjang itu tempat wisata kuliner. Anyway, selamat menempuh hidup baru di tempat baru πŸ™‚

    Suka

  3. Sebentar lg gw jg pindah sono,,,kl ada info utk bawa barang seisi rumah kesana yg murah n aman kasi tau bro,,,blm terbayang pindah ke daerah yg identik dengan banjir ar pasang

    Suka

  4. malam saya mau nanya terkait transportasi dari pekanbaru ke Pulau Rangsang (masih di kepulauan meranti), jika saya melewati jalur darat hingga pelabuhan buton, total estimasi waktu perjalanan saya berapa jam ya? Pekanbaru-Buton-Pulau Rangsang
    terimakasih banyak sebelumnya πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s