Ngepos via Hape

Awal Ramadhan

Memilih kapan mulai berpuasa tidak seperti menjatuhkan pilihan antara memilih nomor satu atau nomor dua dalam pemilihan presiden. Jika dalam pilpres banyak yang cendrung mengganggap pilihannya adalah pilihan terbaik, sementara lawannya adalah pilihan yang tidak bagus. Maka tidak halnya dalam menentukan pilihan kapan awal puasa.

Sebagaimana diketahui organisasi Muhammadiyah telah menentukan puasa dengan menggunakan metode perhitungan matematis yang sudah dapat ditentukan kapan mulai berpuasa. Bahkan metode hisab ini sudah dapat ditentukan kapan awal berpuasa di tahun-tahun yang akan datang. Sementara pemerintah menggunakan metode Rukyat dimana awal ramadhan ditentukan dengan proses hilal.

Kedua pilihan itu adalah pilihan terbaik, meski metode yang digunakan berbeda tapi subtansinya tetap sama. Saya menganalogikan dengan hitungan matematika dimana 2+2=4 itu sama halnya dengan 3+1=4, meski angka penambahan berbeda tapi jumlah (subtansi) tetap sama, yakni empat.

Saya sendiri dari dulu memilih metode hisab dalam menentukan kapan mulai berpuasa. Sangat menggembirakan sekali jika pemerintah menjatuhkan puasa berbarengan dengan penentuan yang telah ditetapkan Muhamadiyah. Jadi kami bisa lebaran berbarengan dengan keluarga besar.

Namun, jika awal puasa tidak berbarengan maka saya pun merasa tidak ada persoalan. Sebab perbedaan sudah menjadi hal yang lumrah. Dimana pada ramadhan sebelumnya kami pernah berbeda pilihan.

Pada ramadhan kali ini perbedaan itu kembali terjadi. Bila saya sudah memutuskan puasa pada hari sabtu, lain halnya dengan kakak saya yang puasa mulai hari minggu. Padahal kami tinggal serumah. Disinilah indahnya perbedaan.

Iklan

20 thoughts on “Awal Ramadhan

  1. Wah analogi penjumlahannya pas juga yah… kalau cara boleh beda tapi hasil semoga juga sama… marhaban ya Ramadhan, semoga di bulan ini kita menjadi pribadi yang lebih baik πŸ™‚

    Suka

  2. Menurutku sih perbedaan awal puasa itu justru tersimpan rahasia besar. Biar ganjil dan genap nggak ada yang tahu persis kapan jatuhnya. Sehingga malam qadar betul2 menjadi misteri. Hehe

    Suka

  3. Selamat berpuasa ya, Mas. Di rumah sy juga sama dulu. Dalam satu rumah bisa beda. Lebaran aja bisa beda padahal tinggal 1 atap. Sekarang sih udah kompak πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s