Ngepos via Hape

Balada Gang Dolly

Pertama kali saya dengar kata dolly itu dari mulut ke mulut, kata itu saya dengar di pulau sumatra padahal tempatnya di pulau jawa. Saya mendengar kata itu jauh sebelum gonjang ganjing ini. Katanya disitu bisnis prostitusi terbesar di asia tenggara, mereka menyebutnya dengan gang dolly.

Belakangan saya baru mendengar kabar bahwa tempat itu akan ditutup karena salah satu alasannya adalah berdampak tidak baik terhadap anak-anak yang tinggal di sekitar gang dolly. Risma seorang perempuan yang kekuasaannya nomor satu di kota itu ingin menutup tempat bisnis syahwat tersebut.

Memberdayakan pekerja asusila disana dengan pelatihan bisnis. Penutupan tempat lokalisasi dolly ini tidak semudah penutupan tempat serupa di kota lain. Sebab lokalisasi dolly ini bak perkampungan masyarakat yang telah sepakat menjadikan kampung mereka sebagai tempat pelampiasan nafsu untuk memperoleh pendapatan.

Saya sendiri sangat mengapresiasi kebijakan bu Risma selaku walikota. Kepemimpinan dia menjadi catatan amal baginya di akhirat kelak. Dan saya (kita) hanya mampu berdoa agar niat baik pemimpin satu ini berjalan sukses.

Meski ada beberapa pihak yang menolak penutupan lokalisasi dolly. Saya bisa maklum jika yang menolak itu adalah penduduk setempat yang terancam pendapatan mereka. Tapi akal sehat saya tidak bisa terima jika yang menolak itu adalah segelintir pejabat yang haus akan kekuasaan. Atau saya akan habis pikir jika ada salah satu partai politik yang resmi menentang kebijakan penutupan dolly.

Bisnis syahwat itu akan selalu ada meski tempat tersebut ditutup. Selama permintaan ada, disitu akan ada ketersediaan. Jauh sebelum peradaban yang kita hadapi saat ini, bisnis syahwat seperti itu sudah ada dan di masa yang akan datang akan tetap ada.

Namun, yang perlu dicatat adalah adanya upaya seorang pemimpin untuk mencegahnya supaya penyakit moral ini tidak kronis di kemudian hari.

Allah sendiri sudah menegaskan bahwa Dia jadikan nafsu itu indah. Tinggal memilih apakah nafsu tersebut diperindah oleh setan atau diperindah oleh Allah.

Iklan

14 thoughts on “Balada Gang Dolly

  1. Ya kalo nafsu diikutkan tergiringlah kita ke jalan menuju neraka. Aku juga gak masuk ke akal, kalo alasan mereka utk mempertahankan keberadaan Dolly untuk menghidupi anak-istri. Ya ampun, gimana mau berkah kehidupannya kali makanannya haram-pakaiannya pun dr jalan haram :(. Yang musti diantisipasi nih, gmana caranya para PSK gak lari ke pemukiman masyarakat.
    Masa sih Dolly itu terbesar di Asia Tenggara ?, berarti Thailand kalah dong sama kita ya Ajo, disana kan prostitusi legal ?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s