Ngepos via Hape

Sebungkus Rasa Syukur Dalam Es Krim Magnum Pink

Kadang aku marah pada diri sendiri, nikmat mana lagi yang tidak aku syukuri. Kenapa aku harus mengeluh dan sesekali berpikir ada saja yang kurang dalam hidup. Entah aku yang tak bisa menghitung anugrah yang telah aku terima selama ini.

Ketika orang lain sibuk mencari pekerjaan, aku telah diamanahkan sebuah pekerjaan. Ketika orang lain susah payah untuk membeli makan, aku malah diberi kemampuan untuk memilih makanan. Ketika orang lain terancam kelaparan, aku sering makan dengan kekenyangan.

Bisa jadi Tuhan sengaja tidak menghadirkan orang-orang kelaparan tersebut di depan ku. Agar aku belajar untuk peka disaat aku merasa senang. Bila aku berjumpa dengan orang yang kelaparan itu, mungkin aku tak akan sanggup melihatnya.

Tuhan menunjukan dengan cara perlahan, salah satunya lewat sebungkus es krim magnum berwarna pink yang saya telan tadi sore. Sedikitpun tak ada keraguan bagiku mengeluarkan uang Rp. 14.000 untuk membeli es krim tersebut.

Bisakah aku bersedekah tanpa keraguan seperti itu. Tak perlu berpikir ataupun takut uang akan berkurang. Ini adalah pertanyaan untuk diriku sendiri yang masih bergelut melawan kekikiran yang ada dalam diri.

Kala aku tengok es krim pink itu, bayangan ku melayang ke sebuah tempat dimana hidup sepasang keluarga dengan satu orang anak. Keluarga ini tak sanggup beli nasi, apalagi es krim yang cukup mahal. Bisa saja harga yang aku keluarkan untuk beli es krim sebanding dengan biaya makan mereka sekeluarga.

Harga satu bungkus es krim bisa menghidupi satu keluarga. Beras satu liter saja cuma sekitar Rp 5.000, sisanya dapat dibelikan lauk dan sayuran. Setidaknya selama satu atau dua hari dapat menghidupi tiga jiwa manusia dengan uang sebanyak itu.

Sementara aku tak perlu pikir panjang mengeluarkan uang. Menghabiskan es krim magnum pink aroma delima itu tak butuh waktu lama. Beberapa gigit saja langsung habis seketika.

Sulit bagi ku membandingkan gigitan es krim bertekstur lembut itu dengan imajinasi liar tentang sebuah keluarga yang kelaparan. Bagaimanapun aku yakin, di luar sana masih ada orang-orang yang membutuhkan makan untuk melanjutkan hidup. Nilai makanan mereka sebanding dengan uang jajan yang senilai dengan harga es krim.

Perlukah Tuhan membukakan jendela agar aku dapat menyaksikan secara langsung dengan mata kepala penderitan mereka. Atau aku hanya cukup membuka pintu kesadaran dalam diri, bahwa sepantasnya aku bersyukur atas nikmat yang melekat pada diri ku.
B

image
Magnum Pink
Iklan

29 thoughts on “Sebungkus Rasa Syukur Dalam Es Krim Magnum Pink

  1. Yaa padahal magnum itu produk boikot lho, ajo.
    Jadi selain kesadaran yang Ajo ceritakan di atas, ada ‘pertimbangan’ lain juga untuk beli-beli produk boikot.
    Kecil banget sih nilainya, tapi setidaknya itulah usaha kita, bahwa kita juga berjuang untuk Al Aqso, dari hal yang paling sederhana yang kita mampu saat ini.
    Kalau nggak salah ingat, aku pernah baca soal zionis di garammanis ini.

    Suka

      1. Hmmm, nggak di dunia fana nggak di dunia maya pertanyaannya itu lagi itu lagi -_-‘ hahaha
        Terserah Allah saja lah Ajo. Nanti kalau udah waktunya juga tahu. Sekarang masih misteri dan rahasia langit. πŸ˜›

        Suka

      1. Maksudnya: magnum adalah salah satu produk dari produsen yang berkontribusi menyumbang israel dalam menjajah palestina.
        Untuk penjelasan selengkapnya akan panjang, tidak bisa dijelaskan lengkap dalam 1 ruang komentar.

        Suka

  2. Gimana rasanya? Saya lumayan jarang sih makan es krim apalagi beli magnum. Tapi beberapa kali ad temen kantor yg suka beliin. Tetep yg classic.
    Itulah kenapa saya suka ngobrol dg siapa aja yg saya temui setiap perjalanan seperti tkg parkir, pak becak, pedagang asongan, dll. Hidup itu keras dan di luar sana masih banyak org yg tdk lebih beruntung dr kita, namun bisa bersyukur lebih baik dr saya.

    Suka

  3. kayanya cuma aku yang ketinggalan nih belum pernah beli es krim magnum, pernah makan sekali itu juga ada yang ngasih hehehe. Masalah selera aja sih dan harga hehehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s