500-1000

Matahari

Rindu, kemaren kita bicara soal senter. Sekarang mari kita bahas sesuatu yang lebih kompleks lagi, yaitu matahari sumber dari segala cahaya.

Tahukah kamu wahai Rindu. Baju yang kau jemur tak akan pernah kering tanpa matahari. Mawar yang kita tanam tak akan tumbuh tanpa matahari. Air yang kita minum tak akan pernah cair tanpa takaran panas yg pas dari matahari. Bahkan motor yang kau kendarai tak akan jalan tanpa matahari. Banyak lagi manfaat matahari yang bisa jadi tidak akan terbayang dalam imajinasi terliar kita.

Dulu matahari dianggap hanya sebuah bintang kecil. Celakanya banyak sekali peradaban yang menjadikan matahari sebagai Tuhan yang disembah. Mereka namakan dengan dewa Ra di mesir, Surya di India, Helios di Yunani, Kinich-ahau sebutan bagi suku Maya, Huitzilopochtli pada bangsa Aztec, dewa inti panggilan oleh Bangsa Inca dan Amaterasu dewa bagi penganut agama Shinto di Jepang. Semua itu bukanlah Tuhan, melainkan hanya matahari.

Matahari hanyalah sebuah benda yang seratus kali lebih besar dari pada diameter bumi. Dari permukaan bumi matahari tampak berwarna putih karena kombinasi dengan warna atmosfir yang biru. Terkadang matahari memerah kala senja tiba.

Rindu, suatu malam kita pernah terpana memandang indahnya rembulan yang menggantung di langit. Cahaya rembulan nan indah itu membuat kita terdiam membisu.

Tahukah kamu kenapa rembulan itu bercahaya indah? Itu karena pantulan dari sinar matahari, tanpa matahari rembulan tak akan seindah yang kita saksikan.

Ingatkah kamu ketika guru mengaji kita bilang Al Quran itu disebut juga dengan nur (cahaya). Seperti halnya rembulan yang tidak akan bercahaya tanpa sinar matahari. Al Quran pun begitu, tidak akan menjadi petunjuk tanpa sinar dari Allah.

Cahaya bukan saja sebagai petunjuk yang mengarahkan kita menuju suatu tempat. Cahaya juga dapat membuat hati kita tenang akan keindahannya. Begitupun Al Quran yang merupakan cahaya bagi setiap manusia untuk mengarungi kehidupan.

Rindu, maukah kamu seperti rembulan yang memantulkan cahaya yang bersumber dari sinar matahari. Jika memang kamu menjelma jadi rembulan, dirimu akan memancarkan sikap, sifat dan akhlak terpuji yang terpancarkan dari kandungan Al Quran. Kamu akan menjadi sosok yang didambakan setiap laki-laki.

Iklan

13 thoughts on “Matahari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s