Ngepos via Hape

Senter

Hai Rindu, kawan masa lalu ku. Suatu ketika kamu pernah merasa seorang yang baik, beragama dan beriman. Tapi di lain waktu kamu malah melakukan perbuatan buruk dan tercela, terjebak pada bujuk rayu setan.

Kita pernah sepakat bahwa setan bukan saja terbuat dari api yang selalu menggoda. Tarkadang setan itu berupa seperti kita, muncul kala kita bersikap buruk dan tercela.

Ingatkah kamu waktu kita berjalan ditengah kegelapan. Kamu suruh aku menyalakan api supaya terang. Setelah api itu menerangi, kita tak mampu berbuat apa-apa karena Allah membawa pergi cahaya yang menyinari kita.

Meskipun api itu tetap menyala, tapi kita tak pernah merasakan terang. Yang kita rasakan adalah panas dan pandangan tetap gelap. Sinar api yang seharusnya menerangi itu tertutup oleh perbuatan buruk yang pernah kita lakukan.

Umpamanya seperti senter yang kamu tutup dengan kertas hitam. Bisakah kamu berjalan dalam gelap jika senter itu tidak bercahaya karena kertas hitam tersebut, tapi lampunya masih menyala.

Begitulah kehidupan ini, Rindu. Kita seperti memegang senter tapi tidak bisa memanfaatkanya. Meskipun kita tahu cara menghidupakan, tapi kita sering berbuat kesalahan dengan mengotorinya lewat prilaku kita yang buruk.

Kita telah dianugrahi Allah dengan petunjuk Nya, yakni Al Quran. Tapi kita tidak pernah memanfaatkan petunjuk tersebut. Rasanya seperti memegang senter yang menyala di tengah malam, tapi kita tidak pernah memanfaatkan senter itu dengan tepat.

Iklan

11 thoughts on “Senter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s