Ngepos via Hape

Sebelum Kita Diciptakan

Suatu masa, sebelum kita diciptakan dan ditunjuk sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Malaikat sempat ragu karena manusia itu perusak. Jangankan merusak alam, merusak diri sendiri aja berani.

Malaikat pun bertanya pada Tuhan kenapa harus manusia. Tuhan menjawab : “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Tuhan mengajarkan nenek moyang manusia (Adam) nama-nama benda dan disuruh membacakan nama benda itu kepada malaikat. Malaikat pun takjub karena ada sesuatu yang berbeda dari manusia yang tidak mereka miliki, yakni Akal.

Lantas Tuhan berfirman “Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

Kemudian Tuhan perintahkan mereka sujud kepada Adam. Malaikat pun sujud, kecuali iblis yang enggan karena keangkuhannya. Sujud merupakan sebuah perintah yang menandakan ketaatan kepada Allah.

Lalu Adam diberi nikmat oleh Allah untuk tinggal di surga dan memakan-makanan yang banyak dan baik, dimanapun itu. Satu hal yang dilarang adalah jangan mendekati kezaliman yang disimbolkan lewat sebuah pohon. Mendekati saja dilarang, apalagi memakan buahnya.

Berkat godaan setan, manusia akhirnya tergelincir karena mendekati pohon terlarang itu, bahkan memakan buahnya. Hal itu membuktikan bahwa manusia itu begitu mudah merusak diri sendiri dengan melakukan kezaliman. Meskipun itu dibujuk oleh rayuan setan.

Karena perbuatan itu Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga akibat ulah sendiri. Itulah pertama kali kebahagian manusia terampas dari dirinya. Ketika manusia jauh dari Tuhan, ketika itulah ketenangan tidak dapat lagi dirasakan.

Mereka pun dikeluarkan dari surga dan Allah berfirman : “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.

Adam menyesali perbuatannya dan bertaubat kepada Allah. Taubat Adam diterima oleh Nya karena Dia mengetahui isi hati setiap hamba.

Lalu Allah berfirman: “….Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

Allah jadikan Al Quran sebagai petunjuk untuk menggapai ketenangan dan kebahagian. Baik itu berupa ayat-ayat ilahiyah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad maupun dalam bentuk ayat-ayat kauniyah yang terbentang di alam semesta ini.

Iklan

21 thoughts on “Sebelum Kita Diciptakan

  1. Terimakasih sudah mengingatkan kembali. Sifat asli manusia memang banyak kejelekannya, suka berkeluh kesah, terlalu cinta dunia, dll… Tapi Tuhan menciptakan kita bukanlah untuk kesia-siaan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s