Ngepos via Hape

Bukan Camat

Di kampung, tempat saya di besarkan muncul semacam istilah yang ditujukan kepada jamaah mesjid. Istilah tersebut adalah “camat” yang berarti calon mati.

Kenapa calon mati? Karena memang kebanyakan yang ikut shalat berjamaah di mesjid rata-rata orang tua yang sudah lanjut usia. Sehingga melekatlah kata camat pada jamaah yang lansia (lanjut usia) tersebut.

Sangat jarang atau mungkin dapat dikatakan langka menemukan anak muda yang shalat berjamaah di mesjid, apalagi di waktu shalat subuh.

Fenomena tersebut tidak saya jumpai di mesjid dekat saya berdomisili di perantaun ini. Disini cukup banyak anak muda yang jamaah di mesjid, walau rata-rata di dominasi orang yang sudah tua. Setidaknya ada satu, dua atau lebih anak muda yang ikut berjamaah.

Ada satu orang perempuan kecil yang selalu saya jumpai di mesjid. Baik di waktu siang, sore dan pagi, anak perempuan itu selalu ikut berjamaah. Ia pergi ke mesjid dengan seorang laki-laki tua, entah itu bapak atau kakeknya.

Meskipun kewajiban shalat belum ditujukan kepada perempuan muda tersebut, tapi saya salut dengan kebiasaan yang ditanamkan oleh keluarganya sejak dini. Sebelum ia mengerti arti kehidupan, keluarga telah memupuk dengan nilai-nilai agama yang kuat dengan disiplin dalam ibadah ritual.

Mana mungkin seorang ibu atau bapak menyuruh anaknya shalat, jika mereka sendiri tidak shalat. Bagaimana mungkin seorang anak akan pergi shalat berjamaah ke mesjid jikalau bapaknya sendiri tidak pernah menginjakan kaki di mesjid.

Bukankah buah tidak akan pernah jatuh jauh dari pohonnya. Inikah yang disebut dengan pendidikan yang berbasis teladan dari keluarga. Sebuah pendidikan yang tidak akan pernah dijumpai di sekolah terhebat sekalipun.

Iklan

13 thoughts on “Bukan Camat

  1. kebanyakan yang ke masjid memang orang-orang tua. tapi di tempat saya ada juga orang muda dan anak-anak. cuma aja anak-anak mungkin nggak dikasih tahu sama ortunya supaya jangan berisik di masjid. jadinya masjid rame

    Suka

  2. ya itulah kemudian walau anak2 suka bikin rame dan gaduh di masjid, gimana pun harus tetap dibiasakan ke sana… dan saya acungi jempol banget untuk para orang tua yang anaknya sudah ikut sholat ndak ngangguin main2 selama sholat… tanda mendidiknya kelihatan itu πŸ™‚

    Suka

  3. Subhanallah… Senang ya melihat sedini mungkin sudah selalu sholat tepat waktu.
    Mungkin untuk berangkat ke mesjid diwaktu subuh bagi anak muda sulit, apalagi sekarang lagi musim bola dunia πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s