Ngepos via Hape

Menggebu

Rezeki, selama ini selalu ku pandang dirimu dari sudut materi. Semua orang berusaha memiliki diri mu, mendekap seerat mungkin tanpa mau melepaskan. Kusadari itu bagian dari naluri yang tak mungkin disingkirkan.

Ternyata selama ini pandangan ku itu terkekang dalam pikiran sempit. Tersudut di satu jendela, padahal banyak jendela lain yang terlupakan. Jendela itu bernama sudut pandang.

Kini aku telah mengubah sudut pandang ku. Melihat rezeki dari sisi yang berbeda, yaitu keinginan menggebu untuk menulis. Keinginan itu adalah salah satu bentuk rezeki yang terlupakan.

Muncul kerinduan dalam diriku, rindu dengan semangat menulis yang selalu hadir dalam setiap kesempatan. Itulah rezeki yang selama ini terlupakan.

Iklan

15 thoughts on “Menggebu

  1. rezeki tidak melulu berbentuk materil, banyak bentuknya. Dan juga rizki masing-masing orangpun sudah ada jatahnya, tak kan habis sampai usai usia seseorang.
    salam kenal mas 🙂

    Suka

  2. Rejeki tidak perlu dikejar, yang penting kita berusaha semaksimal mungkin disertai dengan doa. Tentang hasilnya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
    Menulislah terus, menebar rejeki dg berbagi pengalaman 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s