Ngepos via Hape

Filosofi Kerupuk Balado

image
Kerupuk Balado

Tidak butuh waktu satu jam untuk menghabiskan sebungkus kerupuk balado itu seorang diri. Meskipun warnanya merah bukan berarti rasanya pedas. Bisa jadi gula yang dicampur pada ladanya mampu menetralisir rasa pedas.

Hal ini mengindikasikan bahwa apa yang terlihat oleh mata tidak selalu sama dengan persepsi. Warna nan memerah itu menggiring akal mempersepsikan kerupuk balado tersebut berasa pedas. Padahal kenyataanya tidak sepedas yang dibayangkan.

Sama halnya bagaimana kita menilai orang lain. Tampak luar tidak akan pernah menjamin akan selaras dengan sikap dan sifat orang tersebut.

Suatu hari, seorang ilmuwan menggali sebuah lokasi. Ia mencari sebongkah batu berharga. Sudah bertahun-tahun ia menggali tempat tersebut, tidak satupun barang berharga yang ia temukan. Ia hampir frustasi dan menyerah.

Ketika pulang dari lokasi tersebut, ia berjumpa seorang anak kecil yang menggengam sebuah batu. Anak tersebut mengaku mendapatkan batu di sebuah bukit. Lalu si ilmuwan menawarkan agar batu yang mirip bongkahan emas itu ditukar dengan uang. Namun anak kecil tidak mau dan bertanya adakah yang lain selain uang. Ilmuwan menawarkan batu tersebut ditukar dengan permen. Anak itu mau dan menyerahkan batu dalam genggamannya.

Sesampai di rumah, ilmuwan itu meneliti kandungan yang ada pada batu tersebut. Ternyata batu yang ditukar dengan permen tersebut mengandung emas yang nilainya milyaran rupiah.

Persepsi anak dan ilmuwan terhadap batu tersebut sangat berbeda. Bagi si anak batu itu hanya seharga permen dan bagi seorang ilmuwan harga batu itu sangatlah mahal.

Seperti itu pulalah persepsi kita pada sebongkah tanah yang sering disebut dengan manusia. Kadang kita menilai diri sendiri senilai dengan permen. Padahal potensi yang di anugrahkah Allah pada diri kita jauh lebih berharga dari bongkahan emas yang mahal.

Iklan

19 thoughts on “Filosofi Kerupuk Balado

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s