Ngepos via Hape

Menciptakan Kemiskinan

Tuhan tidak pernah membuat manusia miskin, tapi manusia itu sendiri yang menciptakan kemiskinan. Dengan jelas Dia telah memberikan kecukupan dan kekayaan kepada setiap manusia sebagaimana yang tertulis dalam dalil Nya.

Tengok di alam sekitar, semut sekecil itu telah diberikan rezeki oleh Nya. Burung yang terbang di angkasa mendapatkan makan yang cukup. Bahkan kucing yang mungkin pernah terusir karena meong-an meminta sisa tulang pun mendapatkan kecukupan dari Tuhan.

Bagaimana dengan manusia? Sebagai binatang berakal, manusia pada dasarnya telah diberikan kecukupan oleh Tuhan. Sayang banyak yang tidak menyadari sehingga tak keliru kiranya Al Quran menyebutkan begitu banyaknya orang-orang yang tidak bersyukur.

Keserakahan, ketidakpuasan dan ketamakan seolah melekat sejak manusia terlahir. Ketika dapat satu, pengen dua. Udah dapat dua malah minta tiga, dan begitu seterusnya. Potensi untuk merasa tidak cukup itu selalu ada, seperti halnya potensi kekayaan yang di dapat sejak lahir.

Sayang perbedaan proses yang dijalani, baik lingkungan, pendidikan dan faktor lainnya membuat manusia bergerak menuju pilihan masing-masing yakni menuju kaya atau miskin.

Ada yang memilih kaya tapi tidak merasa cukup. Ada lagi yang memilih miskin namun juga merasa tidak cukup. Sebetulnya kedua-duanya ini masih dikategori miskin karena mereka masih merasakan tidak cukup. Perasaan itu menimbulkan keresahan dalam jiwa.

Beruntunglah orang-orang yang selalu memilih perasaan yang cukup atas apa yang mereka punya. Dapat sedikit tidak mengeluh, kala dapat rezeki yang banyak tidak pula kikir.

Banyak dan sedikit bukanlah ukuran mutlak karena pondasi orang-orang  yang bersyukur adalah merasa cukup atas apa yang mereka terima. Toh, hasil dari semua itu selalu berbanding lurus dengan usaha masing-masing. Tuhan tidak pernah menukar rezeki manusia, walau sebesar biji zarah yang konon lebih kecil daripada unsur atom.

Iklan

8 thoughts on “Menciptakan Kemiskinan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s