Ngepos via Hape

Lewat Tulang Bawang #jkt-pku

Sabtu malam, sekitar pukul sebelas meluncur sebuah mobil minibus yang berisi tiga orang di jalan tol jakarta menuju merak. Saya adalah satu dari tiga orang itu. Tujuan mobil tersebut adalah jakarta – pekanbaru, melawati jalur lintas timur Sumatra.

Dari ketiga orang itu tidak ada satupun yang pernah melewati jalur darat lintas timur Sumatra. Dengan bermodalkan aplikasi maping di Android, kami beranikan jalan lewat jalur itu. Lagian saya pun mikirnya sepanjang jalan bakal ada rambu-rambu penunjuk jalan kok.

Memang benar, di setiap persimpangan selalu ada penunjuk jalan. Kecuali di satu tempat setelah memasuki kota bandar jaya, lampung. Persis di jalur yang sedang diperbaiki, padahal jalur tersebut adalah jalur pemisah antara lintas tengah dan lintas timur.

Karena gak ada rambu penunjuk arah, maka kami mengikuti arus mobil yang terbanyak. Ternyata dua-dua jalur sama ramainya. Belok kiri ramai dan belok kanan pun juga ramai. Feeling saya berkata belok kanan saja, karena takut nyasar maka kami tanya pada penduduk setempat.

Penduduk tersebut bilang jika belok kiri merupakan arah menuju kotabumi, yakni jalur lintas tengah sedangkan belok kanan arah ke tulang bawang merupakan jalur lintas timur. Alhamdulillah jalan yang dilewati adalah jalur yang semestinya.

Perjalanan melewati provinsi lampung ini cukup panjang. Keluar dari kapal di pelabuhan bangkahuni sekitar pukul empat pagi. Sampai di perbatasan lampung –  Palembang sekitar pukul dua siang dan sampai di kota Palembang sehabis Isya.

Sepanjang perjalanan melewati daerah lampung persis di manggala dan tulang bawang, saya begitu terkesan ketika melewati daerah tulang bawang. Di pinggir jalan begitu banyak tempat ibadah hindu yang berdiri di depan rumah penduduk. Saya tidak tahu namanya, di setiap rumah begitu banyak bangun yang mirip arsistektur di Bali. Pikiran saya saat itu berasumsi, di situ banyak penduduk yang berasal dari Bali.

Entah kenapa saat itu saya gak ngambil foto bangunan tersebut. Padahal  udah bawa kamera DSLR segala, di handphone pun ada fitur kamera. Mungkin karena buru-buru takut telat sampai pekanbaru karena Selasa pagi mesti masuk kerja lagi membuat saya enggan untuk berhenti kecuali di pom bensin buat ngisi bensin dan istirahat sekejap.

Iklan

22 thoughts on “Lewat Tulang Bawang #jkt-pku

  1. daerah Tulang Bawang selain banyak runah bergaya Bali, masih banyak rumah gaya Lampunh asli yang berkolon
    rumah2 gaya Bali dan Lampung cakep2.. suka deh cuci mata jadinya

    Suka

  2. Selain jalur yang diperbaiki, jalanannya mulus atau rusak mas? Saya baru pindah ke palembang, pengen juga coba mudik ke jakarta lewat jalur darat. Btw, dari bakeuhuni ke palembang lebih dari 12 jam gitu pake banyak berhenti-berhenti atau hajar bleh terus ya?

    Suka

  3. Tulangbawang dengan multi etnis multi budaya wah arsitektura rumah tinggalnya juga macem2 ya. Perjalanan sangat panjang ya dari Jkt ke Pku. Salam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s